Senin, 22 Jun 2026 00:39 WIB

Ekonom Ubaya Dorong Penghematan BBM Lewat Efisiensi Fiskal dan Gas Domestik

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 01 Apr 2026 17:00 WIB
Depo Pertamina. (Ilustrasi)
Depo Pertamina. (Ilustrasi)

jatimnow.com – Upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dinilai lebih efektif dilakukan melalui efisiensi fiskal dan penguatan energi domestik, ketimbang menaikkan harga di pasar. Langkah ini diyakini mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Ekonom Universitas Surabaya (Ubaya), Firman Rosjadi Djoemadi, mengatakan pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk melakukan penghematan dari internal birokrasi. Dana tersebut bisa dialihkan menjadi subsidi yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

“Pemerintah sebenarnya punya ruang fiskal yang lebih baik. Dana itu bisa digunakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Firman menjelaskan, efisiensi dapat dimulai dari pengurangan belanja operasional, seperti perjalanan dinas dan konsumsi listrik di kantor pemerintahan. Selain itu, penerapan sistem kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN) dinilai mampu menekan konsumsi energi secara signifikan.

“Work from anywhere oleh ASN itu bisa mengurangi biaya listrik dan transportasi,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya percepatan transisi energi dengan memanfaatkan cadangan gas domestik. Menurutnya, penggunaan gas alam cair atau LNG dapat menjadi solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan impor, khususnya dalam konsumsi elpiji.

“Kita punya cadangan domestik yang besar. Itu bisa segera digunakan untuk menggantikan LPG,” kata Firman.

Ia juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jaringan gas perkotaan sebagai langkah strategis jangka panjang dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

“Langkah ketahanan energi yang paling realistis adalah percepatan penggunaan gas LNG,” tegasnya.

Terkait sektor industri, Firman menilai ruang efisiensi energi cukup terbatas, terutama jika menyentuh proses produksi utama. Ia mengingatkan, penghematan yang tidak tepat justru berisiko menurunkan output ekonomi.

“Industri penghematannya bukan di energi, tapi di aspek lain. Kalau energi dikurangi, produksinya bisa terganggu,” ungkapnya.

Menurutnya, efisiensi di sektor industri lebih tepat dilakukan pada fasilitas pendukung, seperti pengaturan penggunaan listrik di area perkantoran pabrik.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

Selain itu, Firman mendorong pemerintah untuk memperkuat insentif konversi kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Skema bantuan harga dinilai lebih efektif dalam mengubah perilaku konsumsi masyarakat dibandingkan kebijakan yang bersifat menekan.

“Skema insentif beralih ke kendaraan listrik itu yang pemerintah harus berani dan dipermudah,” ucapnya.

Ia menambahkan, kondisi psikologis masyarakat yang tengah cemas terhadap ketidakpastian energi global perlu direspons dengan kebijakan yang menenangkan. Menurutnya, pendekatan insentif akan mempercepat transisi energi tanpa memicu gejolak sosial.

“Untuk saat ini saya kira lebih baik insentif karena psikologis masyarakat sedang cemas,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.