Persiapan Haji 2026: Calon Jamaah Asal Lamongan Serbu Penukaran Uang Riyal
- Penulis : Adyad Ammy Iffansah
- | Rabu, 01 Apr 2026 15:30 WIB
jatimnow.com - Mendekati jadwal keberangkatan ke Tanah Suci, Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mulai memadati sejumlah layanan jasa penukaran uang asing. Mereka ramai-ramai berburu mata uang Arab Saudi atau Riyal sebagai persiapan bekal operasional selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Fenomena penukaran uang sejak jauh-jauh hari ini menjadi pemandangan lumrah setiap jelang musim haji. Mayoritas jamaah sengaja menyiapkan pecahan Riyal lebih awal agar nantinya dapat lebih fokus beribadah, tanpa perlu pusing mencari money changer saat tiba di Arab Saudi.
Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian
Langkah antisipatif ini turut dilakukan oleh Ahmad Naji, salah seorang CJH asal Kecamatan Paciran, Lamongan. Ia mengaku telah menukarkan uang rupiahnya senilai lebih dari Rp 9 juta untuk bekal di Tanah Suci.
“Kalau saya menukar sekitar 2.000 riyal, pecahan 100 dan 50. Itu kurang lebih kalau dirupiahkan sekitar Rp9 juta lebih,” ujar Ahmad Naji, Rabu (1/4/2026).
Bagi Naji, memegang uang tunai Riyal merupakan bagian krusial dari persiapan haji. Rencananya, dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai kewajiban dan keperluan harian, mulai dari pembayaran dam (denda/kurban), biaya transportasi, hingga alokasi untuk membeli oleh-oleh.
Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya
Tingginya antusiasme para calon jamaah haji ini berdampak langsung pada peningkatan omzet penyedia jasa penukaran uang. Amaliya, salah satu penyedia jasa penukaran mata uang asing, mengakui adanya lonjakan permintaan Riyal yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Amaliya, mayoritas jamaah tidak hanya sekadar menukar uang, tetapi secara spesifik memburu uang Riyal dalam pecahan kecil. Nominal 5 dan 10 Riyal menjadi primadona dan paling cepat ludes dicari oleh para CJH.
“Yang paling banyak dicari itu pecahan 5 dan 10 riyal. Ini untuk memudahkan saat transaksi, apalagi kalau bisa bayar pas tanpa harus menunggu kembalian,” jelasnya.
Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG
Ia menambahkan, inisiatif jamaah untuk menukar uang di Tanah Air sangat tepat. Hal ini meminimalisasi risiko kendala bahasa atau antrean panjang saat menukar uang di negara tujuan.
“Kalau sudah membawa uang riyal dari sini, jemaah tidak perlu repot lagi di sana, jadi bisa lebih fokus beribadah,” bebernya.
Editor : Dadang Kurnia