Sabtu, 20 Jun 2026 19:56 WIB

Laba Bersih Pakuwon Jati Naik 14 Persen, Tembus Rp 2,76 Triliun di 2025

Gedung Pakuwon Jatim. (Foto: PT Pakuwon Jati Tbk for jatimnow.com)
Gedung Pakuwon Jatim. (Foto: PT Pakuwon Jati Tbk for jatimnow.com)

jatimnow.com - Emiten properti raksasa PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid dan tangguh sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3/2026), perseroan sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 2,76 triliun, tumbuh sebesar 14 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 2,42 triliun.

Lonjakan laba bersih ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih perseroan yang menembus Rp 7,11 triliun pada 2025, atau naik 7 persen dari raihan tahun 2024 sebesar Rp 6,67 triliun. Tren positif ini juga diikuti oleh kenaikan laba kotor sebesar 5 persen menjadi Rp 3,94 triliun, serta pertumbuhan EBITDA sebesar 3 persen menjadi Rp 3,71 triliun.

Baca Juga: RUPS Pakuwon Bagikan Deviden Rp626 Miliar, Catatan Kinerja 2025 Stabil

Kinerja cemerlang PWON ditopang sangat kuat oleh segmen pendapatan berulang (recurring revenue). Pendapatan dari pusat perbelanjaan ritel tercatat melonjak 14 persen, dari Rp 3,43 triliun menjadi Rp 3,93 triliun. Bisnis perhotelan turut memberikan kontribusi positif dengan capaian Rp 1,42 triliun atau naik 2 persen, meskipun di sisi lain pendapatan sewa perkantoran mengalami penyusutan 26 persen menjadi Rp 273 miliar.

Secara keseluruhan rincian pendapatan, sewa ritel mendominasi pundi-pundi perusahaan dengan kontribusi sebesar 55 persen, disusul oleh segmen hotel dan apartemen servis sebesar 20 persen.

Baca Juga: IHSG Mengamuk, Meroket Tajam 7,57 Persen ke Level 5.746

Dari sisi pra-penjualan (marketing sales), Pakuwon Jati berhasil mencetak angka Rp 1,3 triliun sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini sangat terbantu oleh kebijakan pemerintah, di mana sekitar 63 persen dari total marketing sales tersebut didorong oleh program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP).

Secara komposisi, penjualan ini didominasi oleh segmen kondominium dan perkantoran yang menyumbang porsi 62 persen, sementara sisanya sebesar 38 persen berasal dari penjualan rumah tapak. Capaian ini terutama ditopang oleh penjualan unit di Pakuwon Mall Surabaya, Pakuwon Residences Bekasi, Grand Pakuwon, dan Pakuwon City.

Baca Juga: Grand Living Festival 2026, Pakuwon Group Bidik Pasar Menengah Atas

Untuk terus menggenjot ekspansi dan menjaga pertumbuhan berkelanjutan, perseroan telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1,21 triliun pada tahun 2025. Dana investasi berskala besar tersebut utamanya dialokasikan untuk mendanai berbagai proyek konstruksi strategis, meliputi Superblok Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3, dan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.