Duka Prajurit Perdamaian, Dua Anggota TNI Gugur dalam Tugas di Lebanon
- Penulis : Ali Masduki
- | Selasa, 31 Mar 2026 09:09 WIB
jatimnow.com - Kawasan Bani Hayyan menjadi saksi bisu gugurnya dua putra terbaik bangsa saat menjalankan misi perdamaian dunia.
Dua prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas UNIFIL (Indobatt) dinyatakan meninggal dunia setelah ledakan hebat menghantam kendaraan tempur mereka pada Senin (30/3/2026) pukul 11.00 waktu setempat.
Baca Juga: Waspadai Jebakan Geopolitik, Bamsoet Minta Pemerintah Jaga Rupiah
Insiden ini menambah daftar panjang risiko mematikan bagi pasukan helm biru di perbatasan Lebanon Selatan.
Korban jiwa teridentifikasi sebagai Kapt Inf Zulmi (Danki B dari Grup 2 Kopassus) dan Sertu Ikhwan (Kesdam IX Udayana).
Keduanya berada di kendaraan pertama dalam rangkaian pengawalan logistik sebelum serangan menghantam posisi mereka.
Kejadian bermula ketika tim Indonesian Task Force Bravo (TFB) melaksanakan tugas pengawalan terhadap unit CSSU Spanyol. Rangkaian enam kendaraan tersebut bergerak dari posisi 7-2 menuju markas Indobatt di 7-1.
Saat konvoi hendak berbelok di Bani Hayyan, sebuah ledakan besar seketika melumat kendaraan pertama (Ran 1). Situasi di lapangan berubah drastis menjadi zona tempur dengan intensitas serangan yang sangat tinggi.
"Dua korban meninggal dunia masih berada di lokasi kejadian karena situasi tidak memungkinkan untuk evakuasi segera," lapor satuan Sektor Timur dalam keterangan pendahuluannya. Tekanan tembakan yang masif dari penyerang membuat tim penyelamat harus bergerak ekstra hati-hati.
Baca Juga: Geopolitik Global Memanas, Pertamina Siagakan 345 Kapal Distribusi
Meski Ran 1 rusak parah, personel di kendaraan kedua (Ran 2) berhasil menerjang bahaya untuk menyelamatkan rekan mereka yang terluka. Sekitar pukul 12.00 waktu setempat, tim berhasil membawa korban luka keluar dari zona bahaya menuju Sector East HQ.
Dua personel yang selamat namun mengalami luka serius adalah Lettu Inf Sulthan (Yonif 320), dan Praka Deni (TNI AU, Lanud Atang Sanjaya)
Keduanya langsung mendapatkan penanganan darurat oleh tim medis China sebelum akhirnya diterbangkan menggunakan dua helikopter terpisah menuju RS St. George di Beirut untuk operasi penyelamatan nyawa.
Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, bereaksi keras atas peristiwa yang menimpa pasukan penjaga perdamaian ini.
Baca Juga: Pasokan Energi Nasional Terancam? Ini Skenario Mitigasi Pertamina
Ia menyatakan bahwa segala bentuk serangan terhadap personel misi PBB merupakan pelanggaran serius hukum internasional.
"Kami mengutuk keras insiden yang tidak bisa diterima ini. Penjaga perdamaian tidak boleh dijadikan sasaran. Serangan terhadap mereka bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang," tegas Lacroix dari Markas Besar PBB di New York.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan apakah berasal dari ranjau, IED, atau serangan langsungmasih dalam proses penyelidikan intensif.
Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah terus meruncing menyusul aksi saling balas antara kekuatan regional yang membuat posisi pasukan perdamaian berada di titik paling rawan dalam satu dekade terakhir.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83406-duka-prajurit-perdamaian-dua-anggota-tni-gugur-dalam-tugas-di-lebanon