Pasokan Energi Nasional Terancam? Ini Skenario Mitigasi Pertamina
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Rabu, 18 Mar 2026 23:50 WIB
jatimnow.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memaksa PT Pertamina (Persero) merombak strategi demi mengamankan napas ekonomi nasional.
Perusahaan pelat merah itu mulai memetakan ulang rantai pasok energi global untuk menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tetap tersedia bagi masyarakat meski jalur distribusi dunia sedang berguncang.
Baca Juga: Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg Aman Selama Libur Idul Adha di Jatim
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin bertaruh pada satu sumber saja.
Saat ini, Pertamina menjalankan skenario contingency plan melalui diversifikasi negara asal pasokan. Langkah ini diambil agar ketahanan energi Indonesia tidak limbung jika terjadi gangguan di salah satu kawasan produsen minyak.
"Kami telah mendiversifikasi sumber energi sehingga tidak bergantung pada satu wilayah tertentu. Strategi ini menjadi bantalan saat jalur distribusi terganggu oleh dinamika politik internasional," ujar Baron dalam keterangan resminya, Rabu (18/3/2026).
Di level domestik, tantangan bukan hanya soal pengadaan, melainkan juga pengawasan. Baron menyebut Pertamina kini memperketat koordinasi dengan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah untuk memelototi pergerakan distribusi di lapangan.
Baca Juga: PGN Siapkan Jalur Transportasi CO₂ untuk Proyek CCS Nasional
Tujuannya satu, yakni guna memastikan energi sampai ke tangan yang berhak tanpa dicegat oleh para spekulan.
Baron menegaskan bahwa Pertamina mendukung penuh tindakan tegas terhadap oknum yang mencoba menimbun atau menyalahgunakan energi subsidi di tengah situasi sulit ini.
"Kami bersama aparat terus mengawasi lapangan. Praktik penimbunan tidak akan kami toleransi karena merugikan kepentingan nasional," tuturnya.
Baca Juga: PGN Kantongi Sertifikasi Internasional, Jamin Aliran Gas 18 Provinsi Aman
Meski pasokan diklaim aman, Pertamina meminta masyarakat ikut berperan dalam menjaga cadangan energi. Penggunaan energi secara hemat dan bijak menjadi kunci agar beban subsidi negara tidak membengkak di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Sebagai alternatif, masyarakat didorong mulai beralih ke perangkat bertenaga listrik untuk kebutuhan harian, seperti memasak. Peralihan gaya hidup ini dipandang mampu menekan ketergantungan pada LPG di tingkat rumah tangga.
"Sesuai arahan Presiden, kami mengajak publik mengonsumsi energi secara bijak. Ini adalah upaya kolektif kita untuk menjaga ketahanan energi nasional tetap kokoh," pungkas Baron.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83169-pasokan-energi-nasional-terancam-ini-skenario-mitigasi-pertamina