Oleh-oleh Khas Kediri Diserbu Pemudik, Tahu Takwa dan Getuk Pisang Jadi Favorit
- Penulis : Yanuar D
- | Kamis, 26 Mar 2026 16:55 WIB
jatimnow.com – Momen arus mudik dan balik Lebaran kembali membawa berkah bagi pelaku usaha oleh-oleh di Kediri. Salah satunya adalah GTT Pusat Oleh-oleh Kediri yang mencatat peningkatan penjualan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Manajer GTT, Heru Indra, mengungkapkan bahwa penjualan produk unggulan seperti tahu takwa dan getuk pisang mengalami lonjakan hingga 30–40 persen selama periode Lebaran tahun ini.
Baca Juga: Intip Kreasi Perajin di Kampung Tahu, Kini Oleh-oleh Kediri Banyak Pilihan
“Penjualan oleh-oleh khas Kediri, terutama tahu takwa dan getuk pisang, Alhamdulillah tahun ini meningkat cukup baik, sekitar 30 sampai 40 persen,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/3/2026).
Heru menjelaskan, penjualan tahu takwa kemasan besek mampu mencapai 800–900 besek per hari atau setara dengan 8.000–9.000 biji. Sementara itu, tahu takwa kemasan vakum (SP) juga mencatat angka tinggi, yakni sekitar 850–900 pack per hari.
Tak kalah diminati, getuk pisang juga mengalami lonjakan permintaan. Dalam waktu empat hingga lima hari, penjualannya mencapai sekitar 6.000 biji. Peningkatan ini didukung oleh kesiapan stok dan kerja sama yang baik dengan para pemasok.
Meski permintaan meningkat, Heru mengakui adanya kenaikan harga selama momentum Lebaran. Harga tahu takwa kemasan besek naik dari Rp35.000–Rp36.000 menjadi Rp40.000–Rp42.000. Sementara tahu vakum naik dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per pack. Namun, kenaikan tersebut tidak mengurangi minat pembeli.
Mayoritas pelanggan yang datang merupakan pemudik dari luar kota yang hendak kembali ke perantauan. Mereka memanfaatkan momen Lebaran untuk membeli oleh-oleh khas Kediri bagi keluarga dan rekan kerja.
“Pengunjung mulai ramai sejak H-3 Lebaran, bertepatan dengan cuti bersama. Puncaknya terjadi pada hari kedua dan ketiga Lebaran, dan hingga hari ini masih ramai,” tambahnya.
Baca Juga: Rekomendasi Oleh-oleh Khas Kediri: Ada Tahu Kuning Pribumi yang Gak Kalah Enak
Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, pihak GTT juga terus berupaya memperbaiki pelayanan, termasuk memastikan ketersediaan stok agar pembeli tidak perlu mengantre lama.
GTT sendiri menyediakan dua pilihan kemasan tahu takwa, yakni besek dan vakum (SP). Keduanya memiliki kualitas yang sama, namun berbeda dari segi daya tahan. Kemasan besek bertahan hingga dua hari, sedangkan kemasan vakum bisa mencapai lima hari, sehingga lebih diminati oleh pemudik jarak jauh.
Salah satu pelanggan, Ica, perantau asal Gringging yang kini tinggal di Jakarta, mengaku selalu membeli oleh-oleh khas Kediri setiap pulang kampung.
“Saya sudah 10 tahun di Jakarta. Setiap tahun pasti beli tahu kuning dan pecel di sini untuk mengobati rindu,” tuturnya. Ia bahkan membeli hingga dua kardus untuk dibagikan kepada keluarga dan rekan kerja.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Kediri Selain Tahu Kuning, Ada yang Dipakai Jokowi Lho!
Hal serupa disampaikan Siti Romlah, pemudik asal Sidoarjo, yang membeli getuk pisang sebagai buah tangan.
“Senang beli di sini, getuk pisangnya selalu fresh,” katanya.
Dengan peningkatan penjualan dan tingginya antusiasme pelanggan, momen Lebaran kembali menjadi peluang emas bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat eksistensi kuliner khas Kediri, sekaligus menarik minat para pemudik untuk terus membawa cita rasa daerah ke berbagai kota di Indonesia.
Editor : Yanuar D