Minggu, 21 Jun 2026 10:11 WIB

Oleh-oleh Khas Kediri Diserbu Pemudik, Tahu Takwa dan Getuk Pisang Jadi Favorit

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 26 Mar 2026 16:55 WIB
Penjualan oleh-oleh khas Kediri. (Foto: Galuh for jatimnow.com)
Penjualan oleh-oleh khas Kediri. (Foto: Galuh for jatimnow.com)

jatimnow.com – Momen arus mudik dan balik Lebaran kembali membawa berkah bagi pelaku usaha oleh-oleh di Kediri. Salah satunya adalah GTT Pusat Oleh-oleh Kediri yang mencatat peningkatan penjualan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Manajer GTT, Heru Indra, mengungkapkan bahwa penjualan produk unggulan seperti tahu takwa dan getuk pisang mengalami lonjakan hingga 30–40 persen selama periode Lebaran tahun ini.

Baca Juga: Intip Kreasi Perajin di Kampung Tahu, Kini Oleh-oleh Kediri Banyak Pilihan

“Penjualan oleh-oleh khas Kediri, terutama tahu takwa dan getuk pisang, Alhamdulillah tahun ini meningkat cukup baik, sekitar 30 sampai 40 persen,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/3/2026).

Heru menjelaskan, penjualan tahu takwa kemasan besek mampu mencapai 800–900 besek per hari atau setara dengan 8.000–9.000 biji. Sementara itu, tahu takwa kemasan vakum (SP) juga mencatat angka tinggi, yakni sekitar 850–900 pack per hari.

Tak kalah diminati, getuk pisang juga mengalami lonjakan permintaan. Dalam waktu empat hingga lima hari, penjualannya mencapai sekitar 6.000 biji. Peningkatan ini didukung oleh kesiapan stok dan kerja sama yang baik dengan para pemasok.

Meski permintaan meningkat, Heru mengakui adanya kenaikan harga selama momentum Lebaran. Harga tahu takwa kemasan besek naik dari Rp35.000–Rp36.000 menjadi Rp40.000–Rp42.000. Sementara tahu vakum naik dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per pack. Namun, kenaikan tersebut tidak mengurangi minat pembeli.

Mayoritas pelanggan yang datang merupakan pemudik dari luar kota yang hendak kembali ke perantauan. Mereka memanfaatkan momen Lebaran untuk membeli oleh-oleh khas Kediri bagi keluarga dan rekan kerja.

“Pengunjung mulai ramai sejak H-3 Lebaran, bertepatan dengan cuti bersama. Puncaknya terjadi pada hari kedua dan ketiga Lebaran, dan hingga hari ini masih ramai,” tambahnya.

Baca Juga: Rekomendasi Oleh-oleh Khas Kediri: Ada Tahu Kuning Pribumi yang Gak Kalah Enak

Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, pihak GTT juga terus berupaya memperbaiki pelayanan, termasuk memastikan ketersediaan stok agar pembeli tidak perlu mengantre lama.

GTT sendiri menyediakan dua pilihan kemasan tahu takwa, yakni besek dan vakum (SP). Keduanya memiliki kualitas yang sama, namun berbeda dari segi daya tahan. Kemasan besek bertahan hingga dua hari, sedangkan kemasan vakum bisa mencapai lima hari, sehingga lebih diminati oleh pemudik jarak jauh.

Salah satu pelanggan, Ica, perantau asal Gringging yang kini tinggal di Jakarta, mengaku selalu membeli oleh-oleh khas Kediri setiap pulang kampung.

“Saya sudah 10 tahun di Jakarta. Setiap tahun pasti beli tahu kuning dan pecel di sini untuk mengobati rindu,” tuturnya. Ia bahkan membeli hingga dua kardus untuk dibagikan kepada keluarga dan rekan kerja.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Kediri Selain Tahu Kuning, Ada yang Dipakai Jokowi Lho!

Hal serupa disampaikan Siti Romlah, pemudik asal Sidoarjo, yang membeli getuk pisang sebagai buah tangan.

“Senang beli di sini, getuk pisangnya selalu fresh,” katanya.

Dengan peningkatan penjualan dan tingginya antusiasme pelanggan, momen Lebaran kembali menjadi peluang emas bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat eksistensi kuliner khas Kediri, sekaligus menarik minat para pemudik untuk terus membawa cita rasa daerah ke berbagai kota di Indonesia.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.