Bupati Jember Tiadakan Open House, Pilih Cangkrukan Sederhana di Pondok Pesantren
- Penulis : Yanuar D
- | Minggu, 22 Mar 2026 12:30 WIB
jatimnow.com – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengambil langkah berbeda pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia memutuskan untuk meniadakan agenda open house di Pendopo Wahyawibawagraha dan menggantinya dengan silaturahmi sederhana di pondok pesantren.
Melalui status WhatsApp pribadinya, Minggu (22/3/2026), Gus Fawait mengundang masyarakat untuk bersilaturahmi secara sederhana di lingkungan pesantren.
Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember
“Sesuai anjuran pemerintah pusat, tahun ini pendopo tidak menggelar open house. Bagi yang mau silaturahmi monggo ke pesantren saja, cangkruan sederhana ala kampung, tapi jam 18.00 WIB ya. Kalau pagi, siang, dan sore masih di kahyangan. Semua karena cinta, ojo lali moco selawat,” tulisnya.
Kebijakan tersebut juga ditegaskan melalui siaran pers Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi geopolitik global, khususnya ketidakstabilan di Timur Tengah yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia.
Gus Fawait menjelaskan, lonjakan harga minyak mentah global berimbas pada meningkatnya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah pusat. Karena itu, ia menilai seruan efisiensi dari pemerintah pusat perlu direspons dengan langkah nyata di daerah.
“Sebagai bagian dari NKRI, kita harus peka terhadap kondisi global. Ketidakstabilan di Timur Tengah membuat harga minyak fluktuatif. Jika konsumsi tidak dikendalikan, beban subsidi negara akan semakin membengkak,” ujarnya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang
Ia menegaskan, kebijakan ini bukan karena adanya kelangkaan BBM di Jember. Ketersediaan energi bagi masyarakat dipastikan tetap aman.
Sebagai alternatif, Bupati tetap membuka ruang silaturahmi bagi masyarakat dan jajaran pemerintahan di Pondok Pesantren Nurul Khotib Al Qodiri IV dengan konsep sederhana.
“Tahun ini tidak ada open house di pendopo. Kita kembali ke kesederhanaan. Kalau ada tamu, kami terima di pondok dengan jamuan ala kadarnya. Niat utamanya adalah mendukung gerakan efisiensi pemerintah pusat,” imbuhnya.
Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jember juga tengah menyiapkan skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Kebijakan ini ditujukan untuk menekan penggunaan energi, khususnya dari kendaraan dinas dan operasional kantor.
“Kami sedang siapkan skemanya. Mungkin dalam satu minggu ada satu atau dua hari WFH. Dengan pengalaman saat COVID-19 lalu, saya yakin pelayanan publik tetap prima dan tidak akan terganggu,” pungkasnya.
Editor : Yanuar D