Khutbah Salat Id Balai Kota Surabaya: Singgung Pencurian Besi Suramadu-Perang Dunia
- Penulis : Yanuar D
- | Sabtu, 21 Mar 2026 07:30 WIB
jatimnow.com – Ribuan masyarakat mengikuti salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (21/3/2026). Suasana terasa sangat khusyuk, mencerminkan semangat kebersamaan dalam merayakan kemenangan. Turut hadir dalam pelaksanaan salat ini Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Abdul Kadir Riyadi dalam khutbahnya menekankan pentingnya taqwa sebagai pelindung dan perisai dalam kehidupan. Menurutnya, perilaku yang masih gemar melakukan dosa dan kemungkaran menunjukkan belum hadirnya nilai taqwa dalam diri seseorang.
Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi
Ia menjelaskan bahwa taqwa merupakan bekal utama manusia dalam menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi, untuk mengemban empat misi ketuhanan hingga kemanusiaan.
Pertama, menyebarkan perdamaian sebagai pondasi kehidupan. Menurutnya, rasa aman sangat menentukan aktivitas masyarakat, mulai dari berdagang hingga bekerja.
“Sebagai warga Surabaya dan sekitarnya, ini menjadi tugas kita bersama untuk menciptakan suasana yang aman dan damai,” ujarnya.
Ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial di masyarakat, seperti maraknya pencurian kendaraan bermotor hingga aksi pencurian besi di Jembatan Suramadu yang dinilai sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan banyak orang.
Kedua, pentingnya memperkuat ekonomi melalui konsep memberi makan dalam arti luas. Tidak sekadar memberi bantuan sesaat, tetapi merancang program strategis untuk mewujudkan kedaulatan pangan agar tidak ada masyarakat yang kelaparan.
“Indonesia harus mandiri dalam ketahanan pangan dan tidak bergantung pada impor,” tegasnya.
Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut
Dalam aspek sosial, ia menekankan pentingnya menjaga silaturahim sebagai bentuk solidaritas. Silaturahim, menurutnya, adalah wujud mencintai sesama dengan memandang orang lain layaknya saudara sendiri.
“Dengan silaturahim, kita dapat membangun kebersamaan, solidaritas, dan keutuhan masyarakat,” jelasnya. Misi ditutup dengan pilar agama.
Di akhir khutbah, ia kemudian mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama membangun Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan, mulai dari konflik hingga ancaman terhadap ekonomi global.
“Mari kita bergandengan tangan menyelesaikan berbagai persoalan dengan harapan Allah senantiasa menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua,” ajaknya.
Baca Juga: Generali Indonesia Dukung Suroboyo 10K, Dorong Hidup Sehat dan Berkelanjutan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengamini khutbah ini. Menurutnya persatuan sangat penting. Dia pun berharap melalui salat Idul Fitri hari ini, momentum persaudaraan bisa diperkuat lagi.
“Saya berharap dengan salat Idul Fitri hari ini, maka momentum persaudaraan kita harus kita kuatkan lagi,” harap Eri.
Dengan kebersamaan dan persaudaraan, lanjut Eri akan mencapai hasil kerja yang maksimal.
“Sehingga kalau kita sudah bersaudara, maka kita ini bekerja bersama, bukan bekerja sendiri-sendiri. Bukan mencari siapa yang popularitas, bukan mencari siapa yang terbaik. Tapi bagaimana dengan kebersamaan dan persaudaraan itu, maka kita bisa mencapai dengan hasil yang maksimal. Dan semoga dengan salat Idul Fitri ini, maka kita mementum kebangkitan kita, momentum persaudaraan kita,” tandasnya.
Editor : Yanuar D