Minggu, 21 Jun 2026 00:01 WIB

Polisi Tangkap 2 Peracik Petasan Pemicu Ledakan di Kediri saat Nongkrong

  • Penulis : Yanuar D
  • | Jumat, 20 Mar 2026 14:55 WIB
Kondisi rumah pasca ledakan di Kandangan. (Istimewa)
Kondisi rumah pasca ledakan di Kandangan. (Istimewa)

jatimnow.com – Polres Kediri mengamankan dua terduga pelaku peracik sekaligus penyimpan bahan petasan yang menyebabkan ledakan di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Minggu (15/3/2026).

Kasat Reskrim Polres Kediri, Joshua Peter Krisnawan, mengatakan kedua terduga pelaku diamankan di wilayah Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

“Pengungkapan ini kurang dari 1 x 24 jam. Saat diamankan, keduanya sedang berada di salah satu angkringan di Kecamatan Ponggok,” ujarnya.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diamankan di Polres Kediri. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara menyeluruh konstruksi perkara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keduanya diketahui masih berstatus anak di bawah umur. Salah satu pelaku berperan membeli bahan baku melalui toko daring, sementara pelaku lainnya bersama-sama meracik bahan tersebut hingga menjadi bahan peledak.

“Kedua terduga pelaku ini masih di bawah umur. Salah satunya membeli bahan baku secara daring, kemudian bersama pelaku lainnya meracik bahan tersebut hingga menjadi bahan peledak,” jelas Joshua.

Polisi juga berencana melakukan prarekonstruksi guna memperjelas rangkaian peristiwa serta memastikan kronologi kejadian secara komprehensif.

Baca Juga: Warga Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan Balon Udara, 2 Bocah Terluka

Kasus ini turut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Sebelumnya, seluruh sekolah di wilayah tersebut telah menggelar Ikrar Pencegahan Kekerasan di Sekolah serta kampanye Ramadan-Idul Fitri tanpa petasan sejak awal Ramadan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menyebut ikrar tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan.

“Kami telah menginisiasi ikrar pelajar Ramadan-Idul Fitri tanpa petasan sebagai upaya mencegah potensi kecelakaan,” katanya.

Baca Juga: Pensiunan Guru SMA di Kediri Cabuli 12 Bocah, Ngaku Dipengaruhi Makhluk Gaib

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak supaya tidak bermain petasan maupun bahan berbahaya lainnya.

“Terkait proses hukum, kami serahkan kepada pihak berwenang. Jika terbukti melibatkan pelajar, sekolah akan melakukan pembinaan yang bersifat edukatif sesuai kewenangan,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan edukasi berkelanjutan untuk mencegah penyalahgunaan bahan berbahaya, khususnya di kalangan remaja.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.