Jumat, 19 Jun 2026 20:00 WIB

Jangan Kalap! Ini Panduan Pola Makan Seimbang Saat Lebaran

Menikmati hidangan Lebaran bukan hal yang dilarang. Namun, keseimbangan tetap harus dijaga agar tubuh tidak terbebani. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Menikmati hidangan Lebaran bukan hal yang dilarang. Namun, keseimbangan tetap harus dijaga agar tubuh tidak terbebani. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Momen Lebaran kerap diwarnai hidangan tinggi kalori seperti rendang, opor, dan kue kering. Tanpa kontrol, pola makan saat Lebaran bisa memicu lonjakan berat badan, kolesterol, hingga gula darah. Ahli gizi mengingatkan, masyarakat tetap bisa menikmati sajian khas tersebut dengan cara yang lebih bijak.

Dosen gizi dari Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menyarankan pengaturan porsi dan frekuensi makan sebagai kunci utama menjaga kesehatan selama hari raya. Menurutnya, kebiasaan makan berlebihan saat silaturahmi sering menjadi pemicu gangguan metabolik.

Baca Juga: Ikut Halalbihalal, Tiga Sivitas ITS Surabaya Dapat Hadiah Umroh

Ia mengacu pada prinsip “Isi Piringku” sebagai panduan sederhana dalam menyusun menu. Dalam satu porsi makan, komposisi harus seimbang antara karbohidrat, protein, sayur, dan buah, serta cukup cairan.

“Karbohidrat bisa dari ketupat atau nasi, protein dari daging, ayam, atau telur. Jangan lupakan sayur dan buah karena berperan penting untuk serat, vitamin, dan mineral,” ujarnya.

Kondisi di lapangan sering berbeda. Banyak orang lebih memilih makanan bersantan dan kue manis, sementara sayur dan buah justru terpinggirkan. Pola seperti itu berisiko mengganggu pencernaan dan keseimbangan nutrisi tubuh.

Baca Juga: Lebaran 2026, Bongkar Muat di Priok Tetap Stabil

Lailatul mengingatkan, konsumsi berlebih dapat memicu sejumlah masalah kesehatan. Berat badan mudah naik, kadar kolesterol meningkat, hingga gangguan pencernaan seperti kembung dan mual. Bagi penderita diabetes, lonjakan gula darah juga menjadi ancaman nyata.

“Kue kering tinggi gula menambah kalori, tetapi tidak memberi rasa kenyang. Karena itu, tetap perlu kendali saat menyantapnya,” katanya.

Ia menyarankan untuk mengutamakan makanan utama sebelum mencicipi kue, memperbanyak sayur dan buah, serta membatasi santan dan makanan berlemak. Asupan air putih juga perlu dijaga, terutama saat berpindah dari satu rumah ke rumah lain.

Baca Juga: Trafik Data Indosat Naik 20 Persen Saat Mudik Lebaran 2026

Menurutnya, menikmati hidangan Lebaran bukan hal yang dilarang. Namun, keseimbangan tetap harus dijaga agar tubuh tidak terbebani.

“Silaturahmi tetap jalan, kesehatan juga harus dijaga,” tutupnya

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.