Minggu, 21 Jun 2026 01:57 WIB

Penetapan 1 Syawal 1447 H, Kemenag Jatim: Hilal Belum Terlihat

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar memantau hilal di Pelabuhan Branta, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. (Foto: Kanwil Kemenag Jatim for jatimnow.com
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar memantau hilal di Pelabuhan Branta, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. (Foto: Kanwil Kemenag Jatim for jatimnow.com

jatimnow.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Jatim) menggelar pemantauan rukyatul hilal dalam rangka penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di 28 titik yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Kamis (19/3/2026) petang.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar mengungkapkan, dari hasil pemantauan tersebut, posisi hilal di wilayah Jawa Timur belum memenuhi kriteria imkanur rukyat sebagaimana yang ditetapkan oleh negara anggota MABIMS.

Baca Juga: Sah! 1.752 CPNS Kemenag Jawa Timur Resmi Diangkat Jadi PNS

Bahtiar menjelaskan, ketinggian hilal saat pengamatan berada di kisaran 1,425 derajat, masih di bawah ambang batas minimal 3 derajat. Sementara itu, elongasi hilal tercatat sekitar 5,30 derajat, belum mencapai ketentuan minimal 6,4 derajat.

“Dengan kondisi tersebut, hilal di Jawa Timur belum berhasil teramati,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil rukyatul hilal dari berbagai titik tersebut akan disampaikan kepada Kementerian Agama sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Jakarta.

Baca Juga: Perkuat Fasilitas Publik, BRI Jemursari Revitalisasi Area Masjid Al Ikhlas Kemen

Ia pun mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idulfitri.

“Kami mengajak seluruh umat Islam untuk menantikan hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga: Update Arus Balik: 1,15 Juta Kendaraan Lintasi Tol Pandaan-Malang

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang lumrah dan hendaknya tidak dijadikan sebagai sumber perpecahan.

“Perbedaan adalah keniscayaan. Justru hal tersebut harus menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan,” tuturnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.