Sabtu, 20 Jun 2026 12:09 WIB

Rayakan 157 Tahun Jembatan Lama Kediri, Mbak Vinanda Ajak Warga Rawat Warisan Sejarah

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 15 Mar 2026 11:30 WIB
Perayaan hari jadi ke-157 Jembatan Lama Kota Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Perayaan hari jadi ke-157 Jembatan Lama Kota Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perayaan hari jadi ke-157 Jembatan Lama Kota Kediri berlangsung khidmat sekaligus penuh makna pada Sabtu (14/3/2026) malam. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut hadir dalam peringatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah serta para pegiat budaya Kota Kediri.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri menegaskan bahwa Jembatan Lama tidak hanya berfungsi sebagai penghubung dua wilayah di Kota Kediri, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah masyarakat dari masa ke masa.

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

“Jembatan Lama ini bukan hanya sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah, kehidupan masyarakat, serta perkembangan budaya di Kota Kediri. Momentum ini hendaknya tidak hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga untuk merawat dan menjaga warisan yang telah menjadi identitas kita,” ujarnya.

Mbak Vinanda menambahkan bahwa saat ini Jembatan Lama Kediri telah memiliki hak kekayaan intelektual serta telah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan bersama oleh seluruh masyarakat.

Peringatan hari jadi jembatan ini diinisiasi oleh sejumlah pemerhati budaya dan sejarah yang tergabung dalam komunitas Juru Wotan. Kegiatan tersebut digagas oleh peneliti sejarah Jembatan Lama Kediri sekaligus pemerhati cagar budaya, Imam Mubarok.

Imam Mubarok yang akrab disapa Gus Barok menjelaskan bahwa Jembatan Lama Kediri—yang dahulu dikenal sebagai Brug Over den Brantas te Kediri—genap berusia 157 tahun pada 18 Maret 2026. Jembatan ini pertama kali dioperasikan pada 18 Maret 1869 sebagai bagian dari jalur Groote Postweg pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

Namun, peringatan tahun ini dimajukan menjadi 14 Maret karena tanggal 18 Maret berdekatan dengan perayaan Idulfitri.

“Karena tanggal 18 Maret tahun ini berdekatan dengan Idul Fitri, maka peringatan ulang tahun jembatan dimajukan agar masyarakat tetap dapat mengikuti kegiatan dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

Secara historis, jembatan ini dikenal sebagai salah satu karya teknik penting pada abad ke-19. Struktur jembatan menggunakan konstruksi besi yang ditopang oleh tiang sekrup yang ditanam di dasar Sungai Brantas.

“Jembatan ini merupakan jembatan besi pertama di Jawa, bahkan pada masa itu dianggap sebagai adikarya teknik oleh insinyurnya,” tambah Gus Barok.

Usia jembatan tersebut bahkan lebih tua dibandingkan Jembatan Brooklyn di New York, Amerika Serikat, yang baru selesai dibangun pada tahun 1883.

Status Jembatan Lama Kediri sebagai cagar budaya peringkat nasional ditetapkan pada tahun 2022 melalui keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama 14 objek cagar budaya lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Jembatan yang berada di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto ini memiliki panjang sekitar 160 meter, lebar 5,8 meter, serta tinggi sekitar 7,5 meter dari permukaan air Sungai Brantas. Penetapannya sebagai cagar budaya juga didasarkan pada rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 12 Maret 2019.

Selain selamatan ulang tahun ke-157, peringatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan budaya, seperti penampilan kesenian jaranan, pengajian di Kantor Disbudparpora, serta peluncuran tenun ikat Bandar bermotif Jembatan Lama.

Motif tersebut merupakan karya perajin tenun ikat asal Bandar Kidul, Slamet Sugiyanto dari Palugada. Motif ini diharapkan menjadi simbol pelestarian warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Kediri melalui karya tenun ikat khas daerah.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.