Senin, 15 Jun 2026 02:16 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Memanas, Bagaimana Seharusnya Indonesia Bersikap?

Pakar hubungan internasional Unair, M. Muttaqien
Pakar hubungan internasional Unair, M. Muttaqien

jatimnow.com - Eskalasi konflik militer terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang meletus sejak akhir Februari 2026 terus menyita perhatian global.

Alasan keamanan dan ancaman program nuklir yang digaungkan poros AS-Israel untuk menyerang Iran dinilai syarat akan standar ganda dan hipokrisi hukum internasional.

Baca Juga: Geopolitik Global Memanas, PLN NP Siapkan Jurus Amankan Pasokan Listrik Nasional

Pakar hubungan internasional Universitas Airlangga (Unair) M. Muttaqien berpendapat, akar masalah dari serangan tersebut murni karena ketakutan AS dan Israel terhadap kemajuan teknologi Iran, bukan sekadar penegakan hukum global.

Iran diketahui tengah mengembangkan teknologi nuklir komprehensif, mulai dari pengayaan uranium, reaktor air berat, sentrifugal canggih, hingga produksi bahan bakar nuklir.

"Akar masalah konflik ini muncul karena Amerika merasa terancam dengan perkembangan nuklir Iran dan akhirnya menyerang," kata Muttaqien, Selasa (10/3/2026).

Lebih lanjut, Muttaqien membedah konflik ini dari kacamata power vs justice (kekuatan berhadapan dengan keadilan). Secara keadilan dan hukum, Piagam PBB Pasal 2 Ayat 4 secara tegas melarang penggunaan kekuatan militer terhadap negara lain.

Ia menyoroti betapa tumpulnya hukum internasional ketika berhadapan dengan negara yang memiliki 'bekingan' kekuatan besar.

"Jika ada pelanggaran, seharusnya ada sanksi. Misalnya, Israel yang jelas-jelas melakukan genosida terhadap Palestina semestinya dihukum berat. Namun faktanya, Israel kebal hukum karena mendapat dukungan penuh dari negara superpower seperti Amerika Serikat," ungkapnya.

Baca Juga: Harga Melambung Tinggi, Pakar Sebut Momen Emas Tinggalkan Plastik

Ketidakadilan ini semakin terang benderang jika membandingkan status kepemilikan nuklir kedua negara. Iran adalah anggota sah Non-Proliferation Treaty (NPT) yang secara rutin melaporkan pengembangan nuklirnya untuk tujuan damai (pembangkit listrik). Oleh karena itu, intervensi militer AS-Israel adalah bentuk pelanggaran kedaulatan yang nyata.

"Bandingkan dengan Israel. Mereka tidak tergabung dalam NPT, memiliki senjata nuklir aktif, tetapi sama sekali tidak pernah mendapat tekanan atau sanksi militer dari dunia internasional," tegas Muttaqien.

Terkait inisiatif Board of Peace (BoP) yang didorong di tengah konflik ini, Muttaqien mengaku sangat pesimis lembaga tersebut bisa bersikap netral. Pasalnya, BoP disponsori langsung oleh Amerika Serikat sehingga arah keputusannya sudah bisa ditebak akan memihak siapa.

"BoP ini kan sponsornya Amerika Serikat. Jadi, kalau mengharapkan akan adil sepertinya saya pesimis hal tersebut dapat terjadi,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Daya Beli Konsumen di Jember Menurun

Lalu, bagaimana seharusnya Indonesia bersikap di tengah ancaman dampak konflik global ini?

Muttaqien menyarankan agar pemerintah RI tidak ikut campur dalam blok manapun dan kembali berpegang teguh pada prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif. Indonesia harus merespons krisis ini melalui jalur multilateralisme yang sah di bawah mandat PBB.

Indonesia juga perlu aktif berpartisipasi dalam penyelesaian konflik internasional dan mewujudkan perdamaian dunia. Kerja sama multilateral ditempuh dengan langkah yang legitimate dan menjaga stabilitas serta kepentingan negara.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.