Selasa, 16 Jun 2026 05:14 WIB

Marcos Beber Penyebab Kekalahan Persik Kediri Saat Melawan Persib Bandung

  • Penulis :
  • | Selasa, 10 Mar 2026 09:20 WIB
Pemain Persik Kediri usai pertandingan melawan Persib Bandung. (Foto: Persik Kediri for jatimnow.com)
Pemain Persik Kediri usai pertandingan melawan Persib Bandung. (Foto: Persik Kediri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Persik Kediri gagal meraih poin saat bertandang ke markas Persib Bandung. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (9/3/2026) malam, mereka kalah telak 3-0 dari tuan rumah. Kekalahan ini menyebabkan Persik Kediri tertahan di peringkat ke 12 dalam papan klasemen sementara. Posisi mereka juga terancam oleh tim yang berada di zona degradasi.

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres mengapresiasi semangat pemainnya dalam laga tersebut. Marcos menilai para pemainnya menunjukkan keberanian meski bermain di hadapan banyak suporter lawan. Sejumlah peluang mampu diciptakan oleh para pemain. Namun mereka gagal memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol.

Baca Juga: Liga Persik 2026 Dimulai, Fondasi Pembinaan Pesepakbola Kediri Raya

“Kita menunjukkan permainan sepak bola yang bagus. Kita sangat dekat dengan mencetak gol dalam banyak situasi," ujarnya usai pertandingan.

Marcos menyebut dua penalti yang didapakan tim tuan rumah membuat jalannya pertadingan berbeda. Pelatih asal Spanyol ini mengakui pemainnya melakukan kesalahan hingga akhirnya Persib mendapatkan dua kali penalti yang mampu dieksekusi dengan baik oleh Thom Haye pada menit ke-24 dan Andrew Jung menit ke-40. Gol ketiga Persib Bandung membuat permainan semakin sulit.

Baca Juga: Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

“Kami melakukan kesalahan dalam dua penalti, dan itulah yang menghancurkan kami,” tuturnya.

Kepemimpinan wasit dalam laga tersebut juga tak lepas dari sorotan Marcos. Pihaknya mempersoalkan kepemimpinan wasit yang membiarkan Persib melanjutan pertandingan sebelum peluit berbunyi. Menurutnya wasit harus meniup peluit tanda pertandingan dimulai setelah mengeluarkan kartu kuning.

Baca Juga: Persik Kediri Ingin Tutup Musim dengan Kemenangan di Kandang Persebaya

“Saya ingin tahu mengapa wasit tidak mengetahui aturannya, karena ketika wasit menunjukkan kartu kuning, wajib baginya untuk meniup peluit tanda dimulainya kembali pertandingan, dan Persib langsung memulai kembali tanpa wasit meniup peluit, jadi ini tidak diperbolehkan,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.