Sabtu, 06 Jun 2026 11:12 WIB

Kuliner Indonesia Kaya 2026, Menguak Rahasia Dapur Sultan dan Jalur Rempah

Rimo-rimo menjadi bintang utama. Ini adalah teknik memasak menggunakan bambu, sebuah pengetahuan warisan leluhur untuk bertahan hidup di hutan tanpa peralatan dapur modern. (Foto: Indonesia Kaya/jatimnow.com)
Rimo-rimo menjadi bintang utama. Ini adalah teknik memasak menggunakan bambu, sebuah pengetahuan warisan leluhur untuk bertahan hidup di hutan tanpa peralatan dapur modern. (Foto: Indonesia Kaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Indonesia kembali menceritakan jati dirinya melalui meja makan. Inisiatif budaya Indonesia Kaya meluncurkan musim terbaru webseries Kuliner Indonesia Kaya 2026, sebuah dokumentasi audio visual yang mengeksplorasi kedalaman sejarah di balik sajian khas Ternate, Palembang, dan Banten.

Sejak bergulir pada 2017, program ini konsisten menempatkan makanan bukan sekadar pengganjal perut, melainkan arsip hidup perjalanan budaya bangsa.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Tahun ini, penonton diajak melintasi jalur perdagangan dan titik-titik akulturasi yang membentuk identitas lokal di tiga kota bersejarah tersebut.

“Kami menggali cerita yang tertanam dalam setiap suapan. Kekuatan kuliner Nusantara ada pada nilai sejarah dan filosofi hidup masyarakatnya,” kata Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya, seperti dilansir dari siaran pers yang diterima jatimnow.com, Kamis (05/3/2026).

Ia berharap generasi muda mampu melihat hidangan tradisional sebagai warisan yang harus terus diapresiasi.

Perjalanan bermula di Ternate, titik utama Jalur Rempah. Di sini, tradisi Rimo-rimo menjadi bintang utama. Ini adalah teknik memasak menggunakan bambu, sebuah pengetahuan warisan leluhur untuk bertahan hidup di hutan tanpa peralatan dapur modern.

Kris Syamsudin, pendiri Cengkeh Afo dan Gamalama Spices, menjelaskan bahwa Rimo-rimo merupakan manifestasi hubungan harmonis manusia dengan alam.

Selain itu, hadir pula Gohu Ikan, sashimi ala Maluku Utara yang menyajikan tuna atau cakalang mentah dengan siraman lemon cui dan kemangi, tanpa melalui proses api.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Bergeser ke Palembang, narasi kuliner mengalir bersama Sungai Musi. Episode ini membedah Pindang Ikan yang kaya rempah serta dua kudapan legendaris: Kue Delapan Jam dan Kue Maksuba.

Kue Delapan Jam menjadi simbol kesabaran karena proses pengukusannya yang memakan waktu sepertiga hari.

Sementara itu, Kue Maksuba yang berlapis-lapis sering menjadi hantaran bakti pengantin baru kepada orang tua, sebuah simbol kecermatan dan kematangan karakter perempuan Palembang.

Petualangan rasa berakhir di Banten, menyisir jejak Kesultanan melalui Sate Bandeng dan Rabeg. Sate Bandeng lahir dari kreativitas juru masak keraton yang mencabut duri ikan demi memudahkan Sultan Maulana Hasanuddin menjamu tamu.

Baca Juga: Pesta Pernikahan Tradisional di Surabaya Kini Lebih Intim dan Mewah

Sedangkan Rabeg, olahan daging kambing beraroma Timur Tengah, diyakini sebagai hasil adaptasi sang Sultan setelah terkesan dengan kuliner di Kota Rabig, tepi Laut Merah, saat menunaikan ibadah haji.

Melalui kemasan visual yang padat dan modern di kanal YouTube IndonesiaKaya, dokumentasi ini menjadi jembatan bagi masyarakat urban untuk kembali mengenali akar budayanya sendiri.

Bagi Indonesia Kaya, di balik setiap resep, selalu ada sejarah panjang yang membentuk karakter sebuah bangsa.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.