Rabu, 22 Jul 2026 02:35 WIB

Kuliner Indonesia Kaya 2026, Menguak Rahasia Dapur Sultan dan Jalur Rempah

Rimo-rimo menjadi bintang utama. Ini adalah teknik memasak menggunakan bambu, sebuah pengetahuan warisan leluhur untuk bertahan hidup di hutan tanpa peralatan dapur modern. (Foto: Indonesia Kaya/jatimnow.com)
Rimo-rimo menjadi bintang utama. Ini adalah teknik memasak menggunakan bambu, sebuah pengetahuan warisan leluhur untuk bertahan hidup di hutan tanpa peralatan dapur modern. (Foto: Indonesia Kaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Indonesia kembali menceritakan jati dirinya melalui meja makan. Inisiatif budaya Indonesia Kaya meluncurkan musim terbaru webseries Kuliner Indonesia Kaya 2026, sebuah dokumentasi audio visual yang mengeksplorasi kedalaman sejarah di balik sajian khas Ternate, Palembang, dan Banten.

Sejak bergulir pada 2017, program ini konsisten menempatkan makanan bukan sekadar pengganjal perut, melainkan arsip hidup perjalanan budaya bangsa.

Baca Juga: UMKM Kuliner Jatim di IIFEX 2026, Bertahan dan Tumbuh di Tengah Perubahan Zaman

Tahun ini, penonton diajak melintasi jalur perdagangan dan titik-titik akulturasi yang membentuk identitas lokal di tiga kota bersejarah tersebut.

“Kami menggali cerita yang tertanam dalam setiap suapan. Kekuatan kuliner Nusantara ada pada nilai sejarah dan filosofi hidup masyarakatnya,” kata Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya, seperti dilansir dari siaran pers yang diterima jatimnow.com, Kamis (05/3/2026).

Ia berharap generasi muda mampu melihat hidangan tradisional sebagai warisan yang harus terus diapresiasi.

Perjalanan bermula di Ternate, titik utama Jalur Rempah. Di sini, tradisi Rimo-rimo menjadi bintang utama. Ini adalah teknik memasak menggunakan bambu, sebuah pengetahuan warisan leluhur untuk bertahan hidup di hutan tanpa peralatan dapur modern.

Kris Syamsudin, pendiri Cengkeh Afo dan Gamalama Spices, menjelaskan bahwa Rimo-rimo merupakan manifestasi hubungan harmonis manusia dengan alam.

Selain itu, hadir pula Gohu Ikan, sashimi ala Maluku Utara yang menyajikan tuna atau cakalang mentah dengan siraman lemon cui dan kemangi, tanpa melalui proses api.

Baca Juga: EastFood Indonesia Expo 2026 Dibuka, 180 Peserta Ramaikan Surabaya

Bergeser ke Palembang, narasi kuliner mengalir bersama Sungai Musi. Episode ini membedah Pindang Ikan yang kaya rempah serta dua kudapan legendaris: Kue Delapan Jam dan Kue Maksuba.

Kue Delapan Jam menjadi simbol kesabaran karena proses pengukusannya yang memakan waktu sepertiga hari.

Sementara itu, Kue Maksuba yang berlapis-lapis sering menjadi hantaran bakti pengantin baru kepada orang tua, sebuah simbol kecermatan dan kematangan karakter perempuan Palembang.

Petualangan rasa berakhir di Banten, menyisir jejak Kesultanan melalui Sate Bandeng dan Rabeg. Sate Bandeng lahir dari kreativitas juru masak keraton yang mencabut duri ikan demi memudahkan Sultan Maulana Hasanuddin menjamu tamu.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Sedangkan Rabeg, olahan daging kambing beraroma Timur Tengah, diyakini sebagai hasil adaptasi sang Sultan setelah terkesan dengan kuliner di Kota Rabig, tepi Laut Merah, saat menunaikan ibadah haji.

Melalui kemasan visual yang padat dan modern di kanal YouTube IndonesiaKaya, dokumentasi ini menjadi jembatan bagi masyarakat urban untuk kembali mengenali akar budayanya sendiri.

Bagi Indonesia Kaya, di balik setiap resep, selalu ada sejarah panjang yang membentuk karakter sebuah bangsa.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.