Senin, 22 Jun 2026 04:00 WIB

Tim Gabungan di Kota Kediri Sidak Parcel, Pastikan Produk Aman dan Layak Konsumsi

  • Penulis :
  • | Kamis, 05 Mar 2026 21:40 WIB
Tim gabungan di Kota Kediri saat sidak parcel di Swalayan. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Tim gabungan di Kota Kediri saat sidak parcel di Swalayan. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Untuk menjamin produk makanan dan minuman yang dikemas dalam bentuk parcel aman dan layak konsumsi, Pemerintah Kota Kediri melalui Dispergain melakukan sidak Parcel dan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT), Kamis (5/4/2026). Sidak ini melibatkan tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan, BPOM dan Polres Kediri Kota.

Tim gabungan memulai kegiatan dari kantor Disperdagin kemudian menuju dua titik lokasi yakni Toko Laksana Jaya dan Golden Swalayan. Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa sejumlah aspek keamanan dan kelayakan produk seperti tanggal kedaluwarsa, izin edar BPOM/ PIRT, kondisi kemasan serta pelabelan produk.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

Kepala Disperdagin, Moh. Ridwan dalam keterangannya mengatakan tujuan kegiatan ini ialah untuk melindungi konsumen dari makanan tidak layak konsumsi, menjamin keamanan produk sekaligus mengawasi kualitas produk yang beredar di masyarakat.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan di lokasi pertama, alhamdulillah tidak ditemukan barang-barang yang kadaluwarsa. Hanya ada beberapa catatan terkait label harga, isian dan info masa kadaluwasanya yang terlalu kecil dan sudah kita infokan ke pemilik toko agar diperbaiki dengan tulisan yang lebih besar sehingga mudah dibaca oleh pembeli," jelasnya.

Ridwan juga mengimbau agar swalayan atau toko tidak menjual produk makanan dan minuman yang memiliki masa kadaluwarsa terlalu pendek untuk dikemas dalam parcel dan BDKT.

“Aturan makanan atau minuman yang dijual untuk parcel yaitu yang memiliki masa kadaluwarsa minimal  lima bulan. Hal ini untuk mengantisipasi parcel yang biasanya tidak langsung dibuka dan masih disimpan oleh penerima," tambahnya.

Dalam sidak, petugas juga menemukan mesin pendingin dengan suhu yang kurang optimal sehingga perlu dilakukan perbaikan agar kualitas  produk tetap terjaga.

“Kami menilai suhu pada lemari pendinginnya tadi sudah sangat berkurang, sehingga kita imbau pihak swalayan untuk melakukan perbaikan untuk menjaga kualitas produk tetap aman dan tidak rusak," ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Selain itu, petugas juga menemukan produk kue kering dengan warna yang mencolok. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan membawa sampel produk untuk dilakukan uji laboratorium.

"Dinas Kesehatan akan melakukan uji cepat dan hasilnya nanti akan segera diinformasikan. Jika hasilnya terbukti menggunakan pewarna tekstil dan bukan pewarna makanan, maka dari pihak swalayan akan kami informasikan agar tidak menjual produk tersebut ke masyarakat," tuturnya.

Ridwan juga berpesan kepada masyarakat agar lebih cermat dan teliti saat membeli produk. Sementara itu para pelaku usaha diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan tidak mengedarkan produk yang tidak layak konsumsi karena berpotensi membahayakan kesehatan dan menimbulkan konsekuensi hukum.

"Sebagai konsumen, jangan hanya melihat dari segi harga saja. Perhatikan juga kualitas produk, cek tanggal kadaluarsa, izin edar, cek kemasan dan hindari produk dengan kemasan rusak," pesannya.

Baca Juga: DLHKP Kota Kediri Cek Armada Operasional, Pastikan Layanan Tetap Optimal

Sementara itu, Novan pemilik Toko yang terletak di Jalan Brawijaya menyambut positif kegiatan sidak. Menurutnya kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk perhatian dari pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat.

“Saya tentu mendukung kegiatan ini, karena dengan kegiatan ini bisa lebih meyakinkan konsumen bahwa produk yang saya jual sudah sesuai standar perizinan edar, BPOM dan memenuhi kriteria lain," terangnya.

Novan menambahkan, toko miliknya tiap tahun melakukan persiapan dan menyediakan stok parcel sebelum memasuki puasa ramadhan. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan untuk menjamin rasa aman di masyarakat. Adanya masukan dan saran dari Disperdagin akan segera ditindaklanjuti dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.