Kamis, 11 Jun 2026 22:27 WIB

Satgas MBG Jember Ancam Coret Dapur SPPG yang Pangkas Anggaran

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 04 Mar 2026 12:47 WIB
Foto : Anggota Satgas MBG Jember, Ahmad Hairozi (Syakur/jatimnow.com))
Foto : Anggota Satgas MBG Jember, Ahmad Hairozi (Syakur/jatimnow.com))

jatimnow.com - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember mengancam akan mencoret dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti memangkas anggaran program MBG. Pengawasan ketat dilakukan menyusul temuan sejumlah dapur yang diduga tidak menjalankan ketentuan anggaran per porsi.

Anggota Satgas MBG Jember, Ahmad Hoirozi, mengatakan hasil pertemuan dengan sejumlah SPPG dan mitra dapur di Pendopo Wahyawibawagraha menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak memberi toleransi terhadap pelanggaran. Pihak Satgas meminta anggaran Rp10 ribu dan Rp8 ribu per porsi tidak dikurangi dalam kondisi apa pun.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

“Bupati tegas, tidak boleh ada pengurangan anggaran. Kalau melanggar, akan direkomendasikan cabut izinnya ke BGN,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan, kepala daerah memiliki kewenangan mencoret dapur yang tidak patuh. Satgas bersama DPRD siap memberikan rekomendasi apabila peringatan tidak diindahkan.

“Kalau sudah SP1, SP2, SP3 tetap membandel, ya dicoret. Kami tidak segan,” tegasnya.

Dari 15 dapur yang dikunjungi Satgas, ditemukan empat hingga lima dapur bermasalah. Meski jumlahnya belum mencapai separuh, kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan. Hoirozi menyebut persoalan kerap dipicu mitra berbasis bisnis yang merasa tidak puas dengan nilai Rp6 juta per hari. Akibatnya, anggaran makan disebut-sebut dikurangi sehingga berdampak langsung pada kualitas menu yang diterima siswa.

“Kalau mitranya baik, SPPG-nya juga bagus. Tapi kalau mitranya bermain, yang dirugikan anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pihak Satgas juga menyoroti menu selama Ramadan. Satgas menilai menu kering yang diberikan semakin berkurang dari nominal yang telah ditetapkan.

“Sekarang puasa, menu kering sangat berkurang. Secara nominal jelas tidak sesuai,” katanya.

Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan, Satgas juga menemukan dapur yang tidak menyajikan menu sampling selama dua kali 24 jam sebagaimana ketentuan wajib. Hal tersebut memunculkan dugaan pelanggaran prosedur. Hoirozi menegaskan anggaran tidak boleh digeser ke hari berikutnya. Setiap hari sudah memiliki pagu dan siklus menu 14 hari yang harus dipatuhi.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

“Tidak boleh hari ini Rp9 ribu lalu besok digenapkan. Per hari sudah ada anggarannya,” tegasnya.

Terkait dapur yang mendapat suspend di wilayah Purwo dan Ambulu, sanksi masih bersifat sementara. Namun, Satgas memastikan izin dapat dicabut permanen apabila pelanggaran kembali terjadi.

Satgas MBG Jember menegaskan komitmennya menjaga kualitas program agar tujuan utama pemenuhan gizi bagi anak-anak tetap tercapai sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.