Kamis, 11 Jun 2026 12:07 WIB

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru 2019, Ini Aturannya

Ilustrasi tes penerimaan mahasiswa baru
Ilustrasi tes penerimaan mahasiswa baru

jatimnow.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) 2019.

Kebijakan itu terkait proses seleksi yang berstandar nasional dengan mengacu pada prinsip adil, transparan, fleksibel, efesien, akuntabel serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Proses seleksi ini sendiri tetap melalui tiga jalur, yakni jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan jalur Seleksi Mandiri.

Menanggapi kebijakan itu, Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof. Nasih mengatakan prosesnya masih sama, namun Seleksi SBMPTN 2019 hanya menggunakan satu metode tes, yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

"Proses seleksi tetap sama tapi tesnya tidak lagi menggunakan kertas. Dulu calon mahasiswa mendaftar dengan full terlebih dahulu, termasuk memilih program studi.

Tahun ini, calon mahasiswa yang akan melamar diberikan kesempatan untuk mengikuti tes terlebih dahulu," jelasnya, Selasa (23/10/2018).

Ia mengungkapkan, tes yang dilakukan diawal ini akan dibagi ke dalam berbagai gelombang dengan waktu yang sama, dan kemungkinan akan ada dua belas kali tes.

Baca Juga: Jalur SPAN PTKIN Berakhir, 4.235 Mahasiswa Baru Diterima UIN Tulungagung

Contohnya, dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan setiap hari Sabtu dan Minggu. Tidak ada pengumpulan massa dalam waktu yang bersamaan.

"Setelah ujian, peserta memasuki tahap selanjutnya dengan memilih jurusan yang ingin dimasuki. Jadi dengan mengetahui hasil nilai, maka calon mahasiswa bisa mengukur hasil nilai dengan program studi yang akan dipilih," terangnya.

Sementara itu, jika dulu satu hari dilakukan sehari dengan bersama-sama dan setelah siswa memilih jurusan, namun pada peraturan penerimaan maba 2019 yang baru ini yang serentak hanya saat pendaftaran.

"Mengenai lokasi ujian, sama, dilaksanakan di seluruh PTN di Indonesia. Hanya, tahun 2019 tidak ada sistem panitia lokal lagi, semua akan terpusat oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)," ungkapnya.

Baca Juga: Pengurus FKMB UINSA Resmi Dilantik

Ditanya, mengenai kuota pada masing-masing jalur, Unair tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, aturan tahun ini untuk SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40%, Mandiri maksimal 30%.

"Kurang lebih kuota penerimaan di Unair akan pada angka-angka tersebut. Namun, untuk seleksi diploma 4 dan diploma 3 semua akan masuk pada jalur seleksi mandiri yang dilaksanakan oleh universitas," pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.