Senin, 22 Jun 2026 02:56 WIB

Ahli Gizi Unair Ingatkan Pentingnya Jaga Kualitas Tidur saat Ramadan, Hindari Kebiasaan Ini

Potret Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh. (Dok. Pribadi)
Potret Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh. (Dok. Pribadi)

jatimnow.com – Ahli gizi dari Universitas Airlangga (Unair), Lailatul Muniroh, mengingatkan pentingnya menjaga kualitas tidur selama Ramadan. Perubahan pola makan serta meningkatnya aktivitas malam hari kerap membuat pola istirahat terganggu, padahal tidur yang cukup sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Menurut Lailatul, penataan ritme istirahat sebaiknya dilakukan sejak awal bulan puasa agar tubuh tetap bugar menjalani aktivitas dan ibadah.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Ia menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti tidur lebih awal dan menghindari kebiasaan scrolling gawai sebelum tidur, tidak begadang tanpa alasan mendesak, serta membatasi durasi tidur siang.

“Tidur siang cukup 20–30 menit untuk memulihkan energi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi kafein saat berbuka puasa. Aktivitas fisik ringan di pagi hari serta sahur dengan gizi seimbang turut membantu menjaga stamina sepanjang hari.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Lailatul menegaskan, perubahan pola tidur selama Ramadan dapat berdampak luas terhadap kesehatan, mulai dari gangguan konsentrasi hingga masalah metabolisme.

Pola tidur yang tidak teratur, seperti begadang hingga dini hari, dapat menimbulkan kantuk di siang hari, penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga menurunnya daya tahan tubuh.

Dalam jangka menengah, kondisi tersebut berisiko meningkatkan hormon stres, memicu nafsu makan tak terkontrol saat berbuka, kenaikan berat badan, gangguan regulasi gula darah, serta ketidakseimbangan hormon lapar.

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

Tak hanya kekurangan tidur, kelebihan tidur pun berpotensi menimbulkan masalah. Tidur siang terlalu lama dapat menyebabkan pusing saat bangun dan membuat sulit tidur di malam hari.

“Ramadan adalah momen belajar pengendalian diri sekaligus melatih kedisiplinan hidup. Tidur yang teratur bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi bagian dari menjaga tubuh. Ibadah yang optimal lahir dari tubuh yang sehat,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.