Kamis, 18 Jun 2026 11:27 WIB

Angin Kencang, 1 Pekerja yang Tergantung di Gondola Pakuwon Indah Surabaya Tewas

  • Penulis :
  • | Senin, 02 Mar 2026 22:57 WIB
Satu petugas tergelantung di gondola Kawasan Pakuwon Indah (tangkapan layar)
Satu petugas tergelantung di gondola Kawasan Pakuwon Indah (tangkapan layar)

jatimnow.com – Satu pekerja pembersih kaca di Kawasan Pakuwon Indah, Lakarsantri Surabaya, yang terjebak di gondola saat hujan disertai angin kencang dinyatakan tewas.

Sementara satu lainnya selamat dan menjalani perawatan medis. Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 14.22 WIB. Satu menit berselang, tim rescue diberangkatkan dan tiba di lokasi pukul 14.28 WIB. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 17.25 WIB.

Baca Juga: RUPS Pakuwon Bagikan Deviden Rp626 Miliar, Catatan Kinerja 2025 Stabil

Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Surabaya, Moch. Rokhim, menjelaskan bahwa terdapat dua unit gondola yang beroperasi saat kejadian. Gondola pertama berhasil turun dengan selamat hingga lantai dasar. Namun gondola kedua terhenti di lantai 26 setelah dihantam angin kencang dan hujan lebat.

“Cuaca berubah sangat cepat. Gondola kedua tersendat di atas dan posisinya sudah tidak stabil karena terpukul angin. Tim langsung melakukan pengamanan dan penyelamatan dengan prosedur khusus mengingat ketinggian dan kondisi angin yang masih berisiko,” ujar Rokhim.

Dalam gondola kedua terdapat dua pekerja. Salah satu korban, Ribut Boediyanto (56), warga Tambak Wedi Baru 8/73, berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dan sadar. Ia kemudian dirujuk ke RS William Booth untuk penanganan lebih lanjut. Sementara rekannya, Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru 7/16, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Pakuwon Group Luncurkan Konsep Hunian Modern Tropical Elegance di Surabaya Barat

“Korban yang meninggal diduga terpental keluar dari gondola saat terpaan angin sangat kuat. Proses penurunan jenazah dilakukan secara bertahap dan hati-hati untuk menghindari risiko tambahan,” tambah Rokhim.

Penanganan insiden melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Surabaya, BPBD Surabaya, unsur kepolisian, TGC Pakis, Posko Terpadu Pakis, serta Dinas Sosial.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang risiko pekerjaan di ketinggian, terutama ketika cuaca ekstrem melanda. Evaluasi terhadap standar operasional dan sistem pengamanan gondola dipastikan akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga: Antisipasi Banjir Rob, BPBD Surabaya Petakan Wilayah Rawan di Pesisir

 

Reporter: Fatkhur Rizky

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.