Sabtu, 20 Jun 2026 01:55 WIB

Jadi Langganan Banjir, Warga Perumahan Muktisari Mengadu ke Pemkab Jember

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 26 Feb 2026 11:24 WIB
Foto: Warga Perumahan Muktisari saat mengadu ke Pemkab Jember (Syakur/jatimnow.com)
Foto: Warga Perumahan Muktisari saat mengadu ke Pemkab Jember (Syakur/jatimnow.com)

jatimnow.com-Warga Perumahan Muktisari Tahap III, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, mengadu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember setelah kawasan tersebut kembali dilanda banjir.

Aduan disampaikan perwakilan warga dan diterima langsung Satgas Tata Ruang dan Infrastruktur (TRI) Pemkab Jember dalam audiensi di Aula Prajamukti, Rabu malam (24/2/2026). Keluhan muncul setelah genangan air kembali merendam rumah warga dan dinilai belum ada solusi konkret dari pihak pengembang.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Perwakilan warga, Tedy, mengatakan banjir di perumahan tersebut telah berulang selama sekitar sepuluh tahun terakhir. Ia menyebut peristiwa besar pernah terjadi pada 2014, 2015, dan 2017, di mana air masuk ke rumah-rumah hingga menggenangi jalan.

“Yang paling besar itu di tahun 2015. Terbaru, Desember 2024, lalu kemarin ini kami kembali terdampak,” ujar Tedy usai audiensi.

Menurutnya, warga sudah berupaya berkomunikasi dengan pihak pengembang. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

“Karena tidak menemukan titik temu dan developer terkesan tidak menghiraukan, akhirnya kami melapor,” katanya.

Warga berharap ada langkah nyata agar mereka tidak lagi dihantui kekhawatiran setiap kali hujan deras turun, terutama saat sebagian penghuni sedang bekerja di luar kota.

Menanggapi laporan tersebut, anggota Satgas TRI Jember, Widodo, memastikan tim telah melakukan pemantauan lapangan sebelum pertemuan resmi digelar. Dari hasil identifikasi awal, ditemukan dugaan pelanggaran tata ruang yang berpotensi menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan itu.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

“Kejadian banjir tersebut disebabkan beberapa hal, termasuk adanya pelanggaran terkait sempadan badan sungai di wilayah tersebut,” ungkap Widodo.

Satgas TRI berkomitmen mencarikan solusi sebagaimana penanganan kasus serupa di wilayah Tegal Besar. Karena menyangkut sertifikat tanah di perumahan, pihaknya akan memfasilitasi koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mencari jalan keluar secara teknis maupun administratif.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.