Senin, 22 Jun 2026 09:05 WIB

Sego Boran Lamongan Jadi WBTb, Peluang Strategis Perkuat Ekraf Berbasis Kearifan Lokal

Potret penjual Sego Boran di belakang Gedung Pemkab Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Potret penjual Sego Boran di belakang Gedung Pemkab Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kuliner khas Kabupaten Lamongan, Sego Boran, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Penetapan tersebut dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan RI pada tahun 2025 dan menjadi kabar membanggakan bagi masyarakat Lamongan.

Sertifikat penetapan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, dalam agenda Penyerahan Apresiasi Seniman dan Pelaku Budaya, Tunjangan Kehormatan Juru Pelihara Cagar Budaya, serta Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mengatakan bahwa penetapan Sego Boran sebagai WBTb menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor pariwisata daerah, sekaligus peluang strategis untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus melakukan upaya promosi dan pengembangan kuliner khas daerah agar semakin dikenal luas dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dirham, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

Sego Boran ditetapkan dalam kategori WBTb bidang Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Penetapan ini sejalan dengan komitmen Pemkab Lamongan yang selama ini konsisten melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Sebelumnya, sejumlah tradisi dan budaya khas Lamongan juga telah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia, di antaranya Kentrung, Jaran Jenggo, Mendhak Sanggring, serta Perahu Ijon-ijon.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim

Pada kesempatan tersebut, Dirham turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga, melestarikan, dan membanggakan warisan budaya daerah sebagai kekuatan dan jati diri Lamongan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.