Minggu, 14 Jun 2026 12:59 WIB

Simpang Empat Mangli Jember Kerap Macet, Kementerian PU Siapkan Solusi

  • Penulis :
  • | Senin, 23 Feb 2026 10:22 WIB
Foto: Menteri Dody Hanggodo kunjungi simpang empat Mangli (Diskominfo/jatimnow.com)
Foto: Menteri Dody Hanggodo kunjungi simpang empat Mangli (Diskominfo/jatimnow.com)

jatimnow.com-Kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di Simpang Empat Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, mendapat perhatian pemerintah pusat. Solusi jangka panjang yang disiapkan adalah pembangunan flyover sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer yang menghubungkan kawasan Mangli menuju pusat kota.

Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi kemacetan tersebut pada Minggu (22/2/2026) bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait. Keduanya membahas urgensi proyek, desain, hingga skema pelaksanaan.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Estimasi anggaran pembangunan flyover berada pada kisaran Rp700–Rp800 miliar, dengan Detail Engineering Design (DED) masih dalam tahap persiapan.

Dody menjelaskan, secara teknis simpang Mangli sebenarnya masih bisa dikelola melalui rekayasa dan manajemen lalu lintas. Namun, proyeksi pertumbuhan kawasan serta arah industrialisasi Jember menjadi pertimbangan utama pembangunan infrastruktur jangka panjang.

“Kalau kita bangun, sebaiknya sekalian empat jalur agar 20 tahun ke depan masih aman. Kalau hanya dua jalur, saya khawatir lima tahun sudah penuh lagi. Kemacetan di flyover jauh lebih berbahaya dibandingkan kemacetan di jalan biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan kesiapan lahan menjadi prasyarat utama agar proyek dapat segera dimulai. Pemerintah pusat menargetkan kick-off pembangunan pada 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan normal sekitar tiga tahun. Namun, sesuai permintaan pemerintah daerah, dua jalur awal diupayakan selesai lebih cepat.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menilai pembangunan flyover Mangli sebagai langkah strategis untuk membuka ruang investasi. Menurutnya, kemacetan yang terjadi hampir setiap hari dapat menghambat minat investor masuk ke Jember.

“Kalau kemacetan dibiarkan, ini tidak menarik bagi investor. Industrialisasi membutuhkan infrastruktur yang memadai. Kita ingin Jember lebih maju, dan itu harus disiapkan dari sekarang,” tegasnya.

Ia menambahkan, proyek flyover bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kesiapan Jember dalam menyongsong pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, pembangunan flyover Mangli diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus menjadi tonggak transformasi infrastruktur Jember ke depan.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.