Senin, 15 Jun 2026 04:22 WIB

Marcos Reina: Bangga dengan Permainan Persik, Tapi Kecewa Kepemimpinan Wasit

Foto: Pemain Persik Kediri saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. (Persik Kediri/jatimnow.com)
Foto: Pemain Persik Kediri saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. (Persik Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengaku memiliki perasaan campur aduk usai timnya kalah dramatis 3-4 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya, Jumat (20/2/2026) malam.

Pelatih asal Spanyol itu menyebut dirinya bangga dengan cara anak asuhnya memainkan pertandingan. Menurutnya, Persik tampil berani, agresif, dan mendominasi permainan sepanjang laga.

Baca Juga: Liga Persik 2026 Dimulai, Fondasi Pembinaan Pesepakbola Kediri Raya

“Saya punya tiga perasaan malam ini. Pertama, saya bangga dengan cara tim memainkan bola, menyerang, membangun serangan dari belakang, menutup ruang, dan berusaha memenangkan pertandingan. Kami tampil lebih baik daripada lawan sepanjang laga,” ujar Marcos.

Meski demikian, ia menyoroti dua hal krusial yang membuat Macan Putih gagal meraih kemenangan. Salah satunya adalah lemahnya konsentrasi dalam menjaga situasi menguntungkan.

“Tapi ada dua hal yang tidak saya sukai. Kami tidak bisa melindungi situasi yang baik. Kami tidak bisa memenangkan pertandingan dengan mudah, padahal sudah sangat dekat. Hari ini, kami seperti memberikan pertandingan ini kepada Bhayangkara,” tegasnya.

Selain soal performa tim, Marcos juga melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit. Ia mempertanyakan keputusan pengadil lapangan yang dinilainya merugikan Persik.

“Seseorang harus menjelaskan kepada saya mengapa wasit tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Subo Seto. Saya tidak mengerti. Juga tidak ada kartu merah di pertengahan babak pertama, saat kami mencetak gol melalui Kiko. Keputusan seperti ini sangat memengaruhi jalannya pertandingan,” ucapnya.

Baca Juga: Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

Menurut Marcos, jika sepak bola Indonesia ingin berkembang, kualitas kepemimpinan wasit harus menjadi perhatian serius.

“Jika Indonesia ingin berkembang, hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi. Ada momen yang seharusnya menjadi kartu merah, dan itu akan mengubah pertandingan. Pada saat itu, kami bisa menang 100 persen,” katanya.

Meski meluapkan kekecewaannya, Marcos menegaskan timnya tetap harus berbenah, terutama dalam bertahan. Ia menilai gol-gol Bhayangkara banyak terjadi akibat kelengahan di lini belakang dan situasi bola mati.

Baca Juga: Persik Kediri Ingin Tutup Musim dengan Kemenangan di Kandang Persebaya

“Kami harus bertahan lebih baik, terutama saat set-pieces dan di dalam kotak penalti. Ini sangat penting. Masalahnya bukan di satu pemain, tapi seluruh tim,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa absennya Imanol menjadi penyebab kekalahan. Menurut Marcos, Adi yang mengisi posisi tersebut telah tampil baik.

“Imanol adalah pemain penting, tapi hari ini Adi menjalankan tugasnya dengan sangat bagus. Masalahnya bukan di posisi gelandang, tapi detail kecil dalam bertahan yang harus kami perbaiki,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.