Selasa, 23 Jun 2026 07:07 WIB

Gali Lubang Tutup Lubang, Rohmah Akui Gunakan Nama Adik Demi Modal Usaha

Rohmah klarifikasi tudingan investasi bodong di Sampang. (Foto/jatimnow.com)
Rohmah klarifikasi tudingan investasi bodong di Sampang. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polemik dugaan investasi bodong yang menyeret nama Komariah di media sosial akhirnya menemui titik terang. Rohmah (40), kakak kandung Komariah, muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi sekaligus pasang badan.

Warga Desa Bire Barat, Ketapang, Sampang ini menyatakan bahwa adiknya sama sekali tidak terlibat dalam urusan utang-piutang yang viral belakangan ini.

Baca Juga: Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya

Rohmah mengakui bahwa dirinya secara sepihak mencatut nama sang adik untuk mendapatkan kepercayaan dari para pemberi pinjaman.

Langkah tersebut diambil karena ia terdesak kebutuhan modal untuk mengembangkan bisnis toko sembako dan material bangunan miliknya.

"Pinjaman itu murni urusan saya. Saya memakai nama adik hanya sebagai alasan agar orang percaya dan mau meminjamkan uang," ujar Rohmah saat memberikan keterangan di Surabaya, Jumat (20/2/2026).

Ia membantah narasi yang dibangun pengacara M Sholeh dalam unggahan video sebelumnya. Menurut Rohmah, tidak ada aliran dana sepeser pun yang masuk ke bisnis skincare milik adiknya.

Sebaliknya, Komariah justru menjadi salah satu pihak yang merugi karena hartanya ikut tersedot.

"Adik saya tidak tahu apa-apa. Saya malah punya utang ke dia sebesar Rp2,114 miliar dan satu unit mobil Avanza baru yang saya jual untuk menutupi kewajiban lain," tambahnya dengan nada menyesal.

Persoalan ini bermula dari ambisi Rohmah memperbesar skala usahanya. Tanpa kontrak tertulis, ia mengandalkan kesepakatan lisan dan janji keuntungan bagi para pemodal.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Namun, bisnisnya terjerat pola 'gali lubang tutup lubang' saat beberapa pinjaman jatuh tempo secara bersamaan.

Di tengah upaya melunasi utang, Rohmah mengaku mendapatkan intimidasi fisik yang cukup berat.

Ia menceritakan momen mencekam saat mobil operasionalnya dirampas di jalan hingga ancaman kekerasan.

"Saya pernah diancam, bahkan disiram bensin. Mobil yang sedang mengangkut besi dirampas paksa sampai karyawan saya harus pulang jalan kaki," ungkapnya.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

Meski dalam tekanan, Rohmah berkomitmen menyelesaikan seluruh kewajibannya secara bertahap.

Sejauh ini, ia telah menjual tiga mobil, tiga motor, dan sebidang tanah untuk membayar sebagian dari 123 orang yang memberikan pinjaman.

Ia memohon agar pihak-pihak terkait berhenti menyudutkan keluarganya, terutama sang adik yang tidak memiliki sangkut paut dengan operasional usahanya.

"Jangan ganggu adik dan keluarga saya. Ini tanggung jawab saya sepenuhnya dan saya akan selesaikan," pungkasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.