Rabu, 17 Jun 2026 13:29 WIB

Hari Santri Nasional

Gelar Apel Sarungan, Pemkot Malang Juga Deklarasikan Wisata Halal

Wali Kota Malang Setiaji saat meresmikan wisata halal di Hari Santri Nasional.
Wali Kota Malang Setiaji saat meresmikan wisata halal di Hari Santri Nasional.

jatimnow.com – Pemerintah Kota Malang menggelar apel pagi dengan menggunakan sarung dan peci layaknya santri. Hal ini memang untuk memperingati Hari Santri Nasional di Malang.

Selain apel sarungan, Pemkot Malang juga menggelar festival wisata halal dari pelaku wisata yang ada di Kota Malang.
Festival wisata halal ini digelar di sepanjang Jalan Gajah Mada dan menjadi bagian dari promosi wisata halal yang di-branding oleh Pemkot Malang.

Baca Juga: Pemkot Malang Pastikan Stok BBM dan Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran

Tampak beberapa pelaku wisata seperti pelaku kuliner, perhotelan, hingga fashion memamerkan produk - produk yang dijamin halal.

Dari kuliner misalnya, ada kripik tempe, bakso, dan olahan kripik buah menjadi yang bisa dinikmati di festival yang hanya digelar hingga Senin malam (22/10/2018) nanti.

Wali Kota Malang Setiaji menargetkan Kota Malang serius menjadi destinasi wisata halal di tahun 2019 mendatang.

"Nanti para pelaku kuliner kita akan bekali materi secara syar'i terkait pengolahan makanannya. Jadi nanti akan kita bedah," ujar Sutiaji di sela-sela meninjau beberapa produk asli Malang.

Pemkot Malang saat menggelar apel dengan sarungan

 

Baca Juga: Jambuluwuk Bromo Resmi Hadir, Ini Konsep dan Daya Tariknya

Ia menambahkan, halal yang dimaksudkan di sini bukan pergi ke tempat kuliner harus berbusana muslim, tapi lebih ke proses pengolahan dan penyajiannya.

"Jadi, halal itu ada dua sisi subtansi dan prosesnya. Kalau pada makanan, makanannya halal tapi prosesnya tidak halal kan jadi tidak halal," ungkapnya.

Demi mewujudkan wisata halal itu, Kota Malang juga akan melakukan sertifikasi para pelaku wisata halal tersebut.

"Sertifikasinya yang kuliner dilakukan kerjasama dengan teman-teman kuliner. Nanti ada tim verifikasi. Kalau untuk pengujiannya di laboratorium UB (Universitas Brawijaya) sudah bisa disiapkan," lanjutnya.

Baca Juga: Polres Tulungagung Intensifkan Patroli di Lokasi Objek Wisata

Sementara itu, salah seorang santriwati Nur Aliya Shafira mengatakan mendukung program wisata halal yang dicetuskan Pemkot Malang.

Siswi MTSN di Kota Malang ini menilai beberapa produk olahan makanan yang dijual di pedagang kaki lima terkadang belum terjamin kehalalannya.

"Lebih cocok dan bisa diterima kita sebagai santri. Terlebih masih ada jajanan dari pedagang kaki lima yang kurang jelas kehalalannya," pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.