Kamis, 18 Jun 2026 08:57 WIB

Cegah Stunting, Komisi IX DPR RI Awasi Distribusi Makan Bergizi di Jatim

Komisi IX DPR RI memastikan pengawasan ketat Program Makan Bergizi Gratis di Mojokerto untuk menekan angka stunting dan mencetak Generasi Emas 2045. (Foto/jatimnow.com)
Komisi IX DPR RI memastikan pengawasan ketat Program Makan Bergizi Gratis di Mojokerto untuk menekan angka stunting dan mencetak Generasi Emas 2045. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah mulai mematangkan kesiapan daerah dalam menyambut Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi pilar utama pembangunan sumber daya manusia. Langkah ini terlihat saat tim dari Komisi IX DPR RI menemui warga di Balai Desa Plososari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026).

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar urusan bagi-bagi pangan, melainkan strategi besar untuk memutus rantai stunting yang masih membayangi kesehatan anak-anak di daerah.

Baca Juga: Puji Program MBG, Bupati Jember: Bukan Sekadar Pemenuhan Gizi

Melalui Badan Gizi Nasional, pemerintah pusat menggandeng parlemen untuk memastikan asupan nutrisi sampai ke tangan yang tepat.

Tenaga Ahli DPR RI, M. Sam’ani Kurniawan, yang hadir mewakili Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, menyatakan bahwa pengawasan ketat menjadi harga mati.

Menurutnya, kegagalan dalam mengelola program gizi ini akan berdampak buruk pada masa depan bangsa.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

“Kami di Komisi IX punya tanggung jawab penuh untuk mengevaluasi dan mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami ingin memastikan manfaatnya benar-benar terasa di meja makan masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas,” ujar Sam’ani di hadapan warga Plososari.

Ia menambahkan, Indonesia sedang berada dalam masa bonus demografi. Banyaknya penduduk usia produktif akan menjadi sia-sia jika fisik dan kecerdasan mereka terhambat akibat gizi buruk. Sam’ani melihat perbaikan gizi sebagai investasi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

“Bonus demografi hanya jadi beban kalau kualitas manusianya rendah. Kuncinya ada pada apa yang dikonsumsi anak-anak kita hari ini. Perbaikan gizi adalah jalan keluar untuk menekan angka stunting secara drastis,” tambahnya.

Antusiasme warga terlihat sepanjang sosialisasi. Masyarakat berharap program ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi berjalan konsisten dan menyasar keluarga yang paling membutuhkan bantuan gizi di pelosok desa.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.