Rabu, 17 Jun 2026 07:00 WIB

Kematian Gajah Ratna Misterius, JGN dan APECSI Desak Rahmat Shah Terbuka

Aktivis satwa JGN dan APECSI mendesak transparansi hasil nekropsi Gajah Ratna di Rahmat Zoo & Park Sumut menyusul indikasi gagal ginjal dan pencemaran air. (Foto/Dok APECSI)
Aktivis satwa JGN dan APECSI mendesak transparansi hasil nekropsi Gajah Ratna di Rahmat Zoo & Park Sumut menyusul indikasi gagal ginjal dan pencemaran air. (Foto/Dok APECSI)

jatimnow.com - Tabir gelap menyelimuti kematian gajah Ratna, gajah betina di kebun binatang Rahmat Zoo and Park, Sumatera Utara.

Hingga kini, penyebab pasti kematian satwa dilindungi pada 7 Januari 2026 tersebut masih menjadi misteri, memicu desakan kuat dari aktivis satwa agar pengelola dan otoritas terkait membuka informasi ke publik.

Baca Juga: Polres Probolinggo Kota Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Langka Asal Maluku

Jaringan Gajah Nusantara (JGN) dan Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) secara tegas menuntut investigasi mendalam.

Bukan tanpa alasan, muncul kecurigaan adanya masalah sistemik dalam pengelolaan satwa di kebun binatang milik Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Rahmat Shah tersebut.

Ketua JGN Aceh, Fauzul Munandar, menegaskan pentingnya transparansi, terutama mengenai kondisi tiga gajah lainnya. Lia, Uli, dan Poppy, yang dikabarkan tengah mengalami gangguan kesehatan serupa.

"Kami berduka atas kematian Ratna. Namun, publik berhak tahu apa penyebabnya. Informasi terkait kondisi gajah lain yang masih hidup juga harus dibuka secara terang benderang," tegas Fauzul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/2/2026).

Data yang dihimpun APECSI menunjukkan hasil pemeriksaan darah Ratna sebelum mati mengarah pada indikasi gagal ginjal.

Tak hanya itu, muncul dugaan adanya pencemaran air di lingkungan kebun binatang. Meski uji laboratorium dikabarkan telah dilakukan, hasilnya hingga saat ini belum dipublikasikan.

Baca Juga: Satwa Langka dan Dilindungi Trenggiling Muncul di Kandang Kambing Warga Kediri

Kekhawatiran kian memuncak karena tiga gajah lainnya dilaporkan mengalami edema atau pembengkakan jaringan.

Koordinator APECSI, Singky Soewadji, menjelaskan secara medis bahwa kondisi ini bisa menjadi sinyal kerusakan organ vital seperti ginjal, jantung, atau hati.

"Secara ilmiah, gagal ginjal kronis bisa memicu kerusakan organ lainnya. Namun, kita tetap butuh kepastian melalui hasil pemeriksaan resmi dokter hewan yang dibuka untuk umum," ujar Singky.

Meskipun tim JGN dan jurnalis telah meminta klarifikasi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara serta pihak Rahmat Zoo & Park, penjelasan resmi mengenai hasil nekropsi (autopsi satwa) masih nihil.

Baca Juga: Fakta Pahit Dibalik Kematian Gajah Sumatera

Singky mengingatkan bahwa pengelolaan satwa dilindungi diatur ketat dalam UU Nomor 5 Tahun 1990. Ia juga mendesak Kementerian Kehutanan agar tidak segan menindak pengelola, meski pemiliknya merupakan tokoh besar yang menjabat Ketum PKBSI selama dua dekade.

"Tahun 2026 belum genap dua bulan, tapi sudah empat gajah mati. Ini sinyal merah bahwa pemerintah perlu mengevaluasi total upaya pelestarian Gajah Sumatera," tutup Singky.

JGN dan APECSI kini menanti langkah nyata Kemenhut untuk mempublikasikan hasil nekropsi dan uji kualitas air demi memastikan keselamatan individu gajah yang tersisa.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.