Minggu, 21 Jun 2026 13:49 WIB

Mbak Vinanda Sebut Beasiswa Insan Unggul Baznas Relevan dengan Sapta Cita Kedua

  • Penulis :
  • | Jumat, 13 Feb 2026 19:00 WIB
Mbak Vinanda saat menyerahkan beasiswa Insan Unggul Baznas. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Mbak Vinanda saat menyerahkan beasiswa Insan Unggul Baznas. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan beasiswa Insan Unggul Baznas (IUB), Jumat (13/2/2026) di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri. Terdapat 40 mahasiswa-mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari Baznas ini. Mereka dari 7 kampus, yakni, IIK Bhakti Wiyata, Polinema PSDKU Kediri, UIN Syech Wasil, UB PSDKU Kediri, Uniska, UNP, dan Universitas Terbuka.

"Kita semua tahu bahwa kemajuan daerah ini ditentukan dari kualitas sumber daya manusianya. Ketika SDM nya bagus, tidak ada angka putus sekolah, dan pendidikannya tinggi. InsyaAllah daerah kita ini bisa menjadi lebih maju," ujarnya.

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

Mbak Vinanda memgapresiasi adanya program beasiswa Insan Unggul Baznas ini. Menurutnya, program ini memiliki konsep yang sangat visioner. Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya didorong untuk unggul secara akademik, tetapi juga dibina agar memiliki inisiatif, kreativitas, kepemimpinan, kemampuan soft skill dan hard skill, bahkan semangat kewirausahaan serta kepedulian sosial. Inilah model pemberdayaan yang diharapkan, mentransformasi mustahik menjadi muzakki di masa depan. Dari penerima zakat menjadi pemberi zakat. Dari yang dibantu menjadi yang membantu. Dari yang diberdayakan menjadi agen perubahan.

"Sehingga nanti harapannya adik-adik ini setelah lulus bisa memberikan kontribusinya yang selaras dengan cita-cita pembangunan Kota Kediri. Manfaatkan beasiswa yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya. Pergunakan untuk menuntaskan pendidikan yang sedang dijalani," ujarnya.

Wali kota termuda ini menjelaskan selaras dengan visi misi Kota Kediri MAPAN, pemeritah daerah terus berikhtiar melalui Sapta Cita Pembangunan. Salah satunya cita kedua yaitu mewujudkan masyarakat yang produktif, kreatif, dan inovatif. Dan kunci dari cita tersebut adalah pendidikan. Program Beasiswa Insan Unggul Baznas ini sangat relevan dengan Sapta Cita kedua tersebut.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

Pemkot Kediri ingin mahasiswa Kota Kediri tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi lulus dengan karakter, kompetensi, dan daya saing. Generasi penerus ini  menjadi generasi yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang. Tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku perubahan.

"Saya juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Baznas, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Bagian Kesra, serta berbagai perguruan tinggi di Kota Kediri. Kolaborasi inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Mari kita bersama-sama menguatkan komitmen, mempererat kolaborasi, dan memastikan bahwa setiap anak Kota Kediri memiliki kesempatan yang adil untuk meraih masa depan yang lebih baik," jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Wakil Ketua II Baznas Kota Kediri Abdul Basith menambahkan setiap anak akan mendapat bantuan biaya UKT maksimal 2 juta rupiah. Tunjuan beasiswa pendidikan yang diberikan oleh Baznas ini adalah membebaskan keluarga miskin dari lingkar kebodohan. Biasanya keluarga miskin ini kesulitan untuk melanjutkan pendidikan. Nah kesulitan ini yang dibantu oleh Baznas. Sebab kebodohan ini menghambat kemajuan. Lalu juga membebaskan dari kemiskinan untuk generasi selanjutnya.

“Dengan pendidikan tinggi harapannya mereka berpeluang mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dari orang tuanya. Baznas berjuang keras memaksimalkan zakat, infaq, shodaqoh sebanyaknya. Sehingga kekuatan Baznas untuk memberikan bantuan pendidikan juga semakin besar," imbuhnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.