Kamis, 18 Jun 2026 14:16 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Cairkan Santunan Ratusan Juta di Harjasda 167

Penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp157 juta bagi ahli waris pekerja non-ASN dan Linmas. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp157 juta bagi ahli waris pekerja non-ASN dan Linmas. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perayaan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 di Alun-Alun Sidoarjo, Sabtu (31/1/2026), menjadi bukti nyata hadirnya perlindungan bagi pekerja rentan.

Di tengah kemeriahan resepsi, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris pekerja yang gugur saat mengabdi.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Langkah ini diambil sebagai implementasi perluasan perlindungan jaminan sosial yang digagas sejak akhir 2025.

Saat itu, Pemda Sidoarjo resmi mendaftarkan perangkat desa, PKK, Karang Taruna, hingga Linmas ke dalam program perlindungan tenaga kerja.

Salah satu penerima santunan terbesar adalah Debi Putri Natalia, istri dari almarhum Mohammad Naafidzul Ahkam.

Suaminya merupakan petugas keamanan non-ASN di Kecamatan Sukodono yang wafat mendadak saat menjalankan tugas pada November lalu.

Debi menerima total manfaat sebesar Rp157,6 juta, yang mencakup santunan kecelakaan kerja, uang kubur, Jaminan Hari Tua (JHT), serta uang pensiun berkala setiap bulan.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Bupati Sidoarjo, Subandi, menyerahkan langsung santunan tersebut didampingi jajaran Forkopimda.

Selain Debi, manfaat Jaminan Kematian senilai Rp42 juta juga diserahkan kepada Sulastri, ahli waris dari Paimo, seorang anggota Linmas Desa Jimbaran Kulon yang meninggal dunia karena sakit.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Arie Fianto Syofian, menjelaskan bahwa penyerahan santunan di momen sakral kabupaten ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari risiko ekonomi akibat kecelakaan kerja atau kematian.

Baca Juga: 1.900 Petugas Sensus Ekonomi Surabaya Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

"Penyerahan ini merupakan bentuk nyata perlindungan jaminan sosial di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Tujuannya jelas, kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak jatuh ke jurang kemiskinan ekstrim," ujarnya.

Menurutnya, perlindungan bagi elemen masyarakat seperti LPMD hingga Linmas sangat krusial. Risiko pekerjaan bisa datang kapan saja, dan tanpa jaminan sosial, keluarga yang ditinggalkan akan kehilangan penopang ekonomi secara drastis.

"Uang santunan dan beasiswa yang diberikan diharapkan mampu menjaga keberlangsungan hidup dan masa depan anak-anak almarhum," tambahnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.