Selasa, 16 Jun 2026 23:31 WIB

Gegara Uang Rp75 Ribu Hilang, Oknum Guru di Jember Telanjangi Murid

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 12 Feb 2026 21:35 WIB
Oknum guru tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Dispendik Jember. (tangkapan layar video)
Oknum guru tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Dispendik Jember. (tangkapan layar video)

jatimnow.com - Ulah seorang oknum guru di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Jelbuk, Jember, menuai kecaman. Ia diduga menelanjangi muridnya gegara merasa kehilangan uang Rp75 ribu.

Aksi tak pantas itu viral di media sosial setelah videonya beredar luas. Wali murid dari siswa yang menjadi korban pun mendatangi sekolah dan melayangkan protes keras terhadap oknum guru berinisial FT tersebut.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut FT merupakan guru PPPK yang bertugas di SDN 02 Jelbuk. Pihaknya telah memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, FT mengaku nekat melakukan tindakan tersebut karena merasa kehilangan uang berkali-kali.

“Menurut keterangan yang bersangkutan, sebelumnya ia kehilangan Rp200 ribu pada Senin lalu. Dan itu disebut bukan yang pertama kali,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Arief menjelaskan, insiden terakhir terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, saat FT kembali kehilangan uang Rp75 ribu. Ia menyebut kondisi kesehatan yang kurang optimal serta tekanan psikologis diduga menjadi pemicu sehingga yang bersangkutan bertindak di luar batas.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

“Yang terakhir kehilangan Rp75 ribu pada Jumat itu, sehingga yang bersangkutan over reaktif. Mungkin ada persoalan pribadi dan kondisi kesehatan yang kurang baik,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan Jember telah mendatangi sekolah untuk meredam situasi dan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan kondusif. Pihaknya juga menggelar pertemuan dengan wali murid guna mencari solusi terbaik agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Kami berembuk dengan wali murid agar ada jalan keluar terbaik. Prinsipnya, kegiatan belajar mengajar tidak boleh terganggu,” tegas Arief.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Sementara itu, sejumlah wali murid meminta agar oknum guru tersebut dipindahkan karena dikhawatirkan menimbulkan trauma bagi siswa lainnya.

Dinas Pendidikan Jember juga menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan pendampingan dan trauma healing bagi para siswa terdampak.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.