Rabu, 17 Jun 2026 19:09 WIB

Gus Qowim Tekankan Pembangunan 2027 Harus Cermat, Inovatif, dan Tepat Sasaran

  • Penulis :
  • | Kamis, 12 Feb 2026 18:50 WIB
Gus Qowim saat menghadiri acara Musrenbang Kecamatan Pesantren. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Gus Qowim saat menghadiri acara Musrenbang Kecamatan Pesantren. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 Kecamatan Pesantren, Rabu (11/2/2026), di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Pesantren.

Dalam sambutannya, Gus Qowim menyampaikan bahwa pada Musrenbang tahun sebelumnya Kecamatan Pesantren mengusulkan 122 program, dengan tingkat keterakomodasian mencapai 38,5 persen. Sebanyak lima usulan telah terakomodasi dalam Perubahan APBD 2025, sementara 42 usulan masuk dalam APBD 2026.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

Ia menjelaskan, usulan yang terakomodasi mencakup berbagai bidang. Pada Bidang A antara lain pengadaan buku taman baca, pemberdayaan perempuan kepala keluarga, pelatihan kesehatan, dan pengembangan kelurahan ramah anak. Bidang B meliputi pengaspalan jalan, rehabilitasi saluran irigasi, serta pelatihan pengelolaan persampahan. Sedangkan Bidang C mencakup peningkatan kualitas UMKM, pembinaan Pokdarwis, serta pengembangan seni dan budaya.

Gus Qowim juga menyoroti sejumlah capaian pembangunan. Pada tahun 2025, Pemkot Kediri telah melakukan pelebaran Jalan Betet–Kleco yang kini dikenal sebagai Jalur Lintas Santren (JLS). Jalur ini diharapkan meningkatkan konektivitas wilayah, menjadi ruang aktivitas olahraga masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara pada 2026, dilakukan pemeliharaan dan rehabilitasi saluran irigasi, salah satunya di Kelurahan Blabak, guna mendukung sistem pengairan dan drainase perkotaan sebagai bagian dari program unggulan Sapta Cita.

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan tahun strategis karena menjadi tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Kediri 2025–2029. Tema pembangunan 2027 adalah “Penguatan Layanan Dasar dan Akselerasi Transformasi Pembangunan melalui Inovasi, SDM, dan Infrastruktur untuk Penguatan Daya Tarik Kota.”

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya bersikap realistis terhadap tantangan yang dihadapi, terutama penurunan kemampuan fiskal daerah akibat perubahan kebijakan transfer dari pemerintah pusat.

“Walaupun dengan kondisi seperti itu, pemerintah harus tetap cermat, inovatif, dan kolaboratif dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan fiskal, Pemkot Kediri tetap berkomitmen melanjutkan program unggulan Sapta Cita secara konsisten dan terarah agar pembangunan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah juga berupaya mengakomodasi usulan Musrenbang secara optimal, khususnya yang berkaitan langsung dengan penguatan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, dan drainase.

Baca Juga: DLHKP Kota Kediri Cek Armada Operasional, Pastikan Layanan Tetap Optimal

Selain itu, telah dialokasikan anggaran kelurahan untuk mendukung berbagai kegiatan strategis, antara lain Posyandu, Karang Taruna, PKK, Forum Anak, Pokja Kelurahan Sehat, kegiatan peduli AIDS, pendidikan keluarga, pengasuhan anak dan lansia, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak, serta penyelenggaraan event skala kelurahan. Gus Qowim menekankan bahwa anggaran tersebut bersifat stimulan dan harus dimanfaatkan secara optimal melalui kolaborasi lintas pihak.

Hasil Musrenbang Kecamatan Pesantren selanjutnya akan dibahas dalam Musrenbang Kota guna menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Forum ini diharapkan menghasilkan program dan kegiatan yang berkualitas demi terwujudnya Kota Kediri yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.