Senin, 15 Jun 2026 17:10 WIB

Gajah Gonzales Lepas dari Belenggu Rantai, Pengamat Puji Respons Cepat BBKSDA

BBKSDA Jatim pastikan Gajah Gonzales di KBS kini bebas rantai dan aktif beraktivitas. (Foto: APECSI/jatimnow.com)
BBKSDA Jatim pastikan Gajah Gonzales di KBS kini bebas rantai dan aktif beraktivitas. (Foto: APECSI/jatimnow.com)

jatimnow.com – Kabar baik datang dari balik pagar Kebun Binatang Surabaya (KBS). Gajah jantan bernama Gonzales, yang sebelumnya dilaporkan terus terikat rantai, kini mulai menikmati ruang geraknya.

Tim SKW III Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur memastikan satwa bertubuh besar itu sudah aktif beraktivitas di kandang peraga tanpa kekangan permanen.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Wisata Jatim: Telaga Sarangan Hujan, KBS-Taman Safari Cerah

Langkah cepat otoritas konservasi ini menuai pujian dari Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI).

Koordinator APECSI, Singky Soewadji, menilai transparansi dan kecepatan BBKSDA Jatim dalam menindaklanjuti laporan masyarakat patut menjadi standar baru bagi wilayah lain.

Saat tim melakukan pemantauan di lapangan pada Rabu (4/2/2026), Gonzales terlihat asyik mendampingi gajah betina bernama Hilir.

Di bawah pengawasan mahout (pawang), gajah Gonzales tampak berjalan mengelilingi area, berendam di kolam, hingga mencoba berbagai sarana stimulasi lingkungan yang tersedia.

"Kami mengapresiasi BBKSDA Jatim yang langsung turun tangan. Ini bentuk nyata kepedulian terhadap hak satwa," ujar Singky.

Baca Juga: Foto: Serunya Libur Lebaran di Kebun Binatang Surabaya

Pihak pengelola KBS kini menerapkan sistem rotasi agar seluruh gajah memiliki waktu yang cukup untuk bergerak bebas di luar kandang inap.

Aktivitas fisik ini krusial agar perilaku alami satwa tetap terjaga sekaligus mencegah stres akibat ruang gerak yang terbatas.

Selain urusan kebebasan bergerak, KBS juga menunjukkan perubahan besar dengan menghapus total atraksi tunggang gajah.

Baca Juga: Hutan Indonesia Terus Menyusut, Ini Peringatan dari Pemerhati Satwa Liar

Kebijakan tersebut sejalan dengan instruksi Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan yang melarang pemanfaatan satwa untuk kegiatan yang mengeksploitasi fisik secara berlebihan.

Singky berharap konsistensi ini tidak hanya berhenti di Surabaya. Menurutnya, lembaga konservasi lain harus meniru langkah KBS dalam memanusiakan satwa koleksinya.

"Sikap responsif BBKSDA Jatim ini seharusnya menjadi contoh bagi balai-balai KSDA di daerah lain saat menerima keluhan publik terkait kesejahteraan satwa," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.