Jumat, 12 Jun 2026 21:18 WIB

Hutan Indonesia Terus Menyusut, Ini Peringatan dari Pemerhati Satwa Liar

Hutan Indonesia terus menyusut. (Foto/Green Peace)
Hutan Indonesia terus menyusut. (Foto/Green Peace)

jatimnow.com - Pemerhati satwa liar, Singky Soewadji, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi hutan Indonesia yang terus menyusut. Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) ini mengkritik pemerintah dan menyerukan upaya penyelamatan hutan yang lebih serius.

Singky Soewadji menegaskan pentingnya fungsi hutan dalam meminimalisir bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, menyediakan sumber air bersih, serta memenuhi kebutuhan nabati dan hewani masyarakat.

Baca Juga: Gajah Gonzales Lepas dari Belenggu Rantai, Pengamat Puji Respons Cepat BBKSDA

"Hutan meminimalisir bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Hutan juga meminimalisir bencana kekeringan, karena menyediakan kebutuhan air dari sumber mata air bersih alami," tegasnya.

Berdasarkan data Badan Informasi Geospasial (BIG), luas hutan Indonesia pada tahun 2022 tinggal 102,53 juta hektare (Ha), menyusut sekitar 1,33 juta Ha atau turun 0,7% dibanding 2018. Pengurangan luas hutan terjadi di seluruh pulau besar Indonesia, dengan kehilangan terbesar di Kalimantan.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), luas hutan berkurang karena berbagai faktor, yaitu peristiwa alam, penebangan hutan, dan reklasifikasi area hutan menjadi non-hutan.

Singky Soewadji juga menyayangkan langkah taktis pemerintah dalam upaya penyelamatan hutan secara hakiki, terutama di akhir masa jabatan Presiden Jokowi dengan mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.

"Selama hampir sepuluh tahun Jokowi memimpin negeri ini, kami tidak melihat langkah taktis Jokowi dalam upaya penyelamatan hutan secara hakiki. Justru diakhir masa jabatannya, Jokowi membuat mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan," terangnya.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Galang Donasi Bencana Sumatra, Terkumpul Ratusan Juta

Singky juga menyoroti kerusakan hutan yang terus terjadi akibat perambahan, eksploitasi menjadi kebun sawit, dan penambangan. Ia menilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) era Presiden Jokowi telah gagal menjaga dan mengfungsikan hutan, serta melestarikan satwa liar yang dilindungi.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) era Presiden Jokowi telah gagal. Gagal menjaga dan mengfungsikan hutan. Gagal melestarikan Satwa Liar yang dilindungi," tegas Singky.

Untuk itu, Singky Soewadji mengajak para rimbawan dan sahabat lestari untuk terus bersuara dan memperjuangkan kelestarian hutan Indonesia.

Baca Juga: Marinir Kirim Satgas Rekonstruksi, Percepat Pemulihan Bencana Sumatra

"Para Rimbawan dan Sahabat Lestari harus tetap bersuara, karena: 'Orang Pandai Diam, Orang Bodoh akan Semena-mena, Orang Baik Diam, Orang Jahat Akan Makin Berkuasa'," serunya.

Ia juga mengungkap pentingnya memisahkan kembali Departemen Lingkungan Hidup dan Departemen Kehutanan, serta menempatkan sosok yang berani, jujur, dan bijaksana untuk memimpin kedua departemen tersebut.

"Semua izin pemanfaatan hutan harus dievaluasi kembali, kita butuh sosok berani, jujur dan bijaksana memimpin dua departemen ini," pungkasnya

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.