Senin, 08 Jun 2026 10:19 WIB

OJK Jember Luncurkan Program EPIKS di Momen Harlah NU ke-100

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 02 Feb 2026 10:59 WIB
Foto: Peluncuran program EPIKS di Alun-alun Jember (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Peluncuran program EPIKS di Alun-alun Jember (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember meluncurkan program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di momen rangkaian Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-100 di Alun-alun Jember.

Peresmian EPIKS ini merupakan wujud nyata sinergi antara regulator sektor keuangan, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam memperkuat inklusi keuangan syariah, mendorong pemberdayaan ekonomi umat, serta memperluas akses layanan keuangan yang adil dan berkelanjutan.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Dalam peresmian tersebut turut hadir secara daring, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar. Sedangkan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. M. Nuh dan Bupati Jember Muhammad Fawait hadir langsung, Minggu (1/2/2026).

Nasaruddin Umar dalam sambutannya menyampaikan, santri perlu mengedepankan amal sebagai fondasi utama. Karena amal yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan produktivitas dan kebermanfaatan. Selama ini banyak santri muda yang telah mendapatkan kepercayaan untuk mengemban berbagai jabatan atau pekerjaan karena dinilai kuat, kokoh, tangguh dan terpercaya.

“Fungsi leader dan manajer sebagaimana keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu diimplementasikan dalam konteks kekinian, khususnya melalui penerapan fungsi manajemen yang professional dan berlandaskan nilai-nilai keislaman, sehingga santri diharapkan mampu berperan aktif dalam pengelolaan ekonomi, baik pada level mikro maupun makro," ujarnya.

Sementara, M. Nuh menjelaskan, dalam perspektif ekonomi, zakat dan wakaf memiliki karakter yang berbeda namun saling melengkapi. Zakat berfungsi sebagai instrumen distribusi yang dimanfaatkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan operasional rutin untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari atau OPEX (Operational Expenditure), sementara wakaf merupakan instrumen jangka panjang yang pokok manfaatnya dijaga.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

"Pada wakaf, aset tidak untuk dihabiskan, melainkan dikelola secara produktif sehingga hasil pengelolaan atau manfaat turunannya dapat digunakan secara berkelanjutan bagi kemaslahatan umat," urainya.

Sedangkan, Bupati Jember, Muhammad Fawait mengapresiasi kolaborasi sektor keuangan dengan pondok pesantren merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat. Kabupaten Jember memiliki ribuan pesantren yang tidak hanya sebagai pusat Pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis nilai-nilai Syariah dan kearifan lokal.

Peresmian EPIKS yang bertepatan dengan Harlah NU ke-100 ini menjadi momentum penting dalam pembangunan ekonomi umat, sekaligus memperkuat sinergi antara OJK, BI, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

Selain peluncuran program EPIKS, kegiatan ini juga diikuti beberapa program lain, diantaranya pembukaan Pasar Keuangan Syariah yang melibatkan 42 booth yang terdiri dari sektor keuangan, LJK Syariah beserta UMKM binaan dan UMKM binaan NU dan Pemerintah Kabupaten Jember. Selain itu, pengajian akbar yang melibatkan sekitar 15 ribu santri se-Kabupaten Jember, Simbolis pemberian implementasi kartu santri dan cash management system.

Bahkan juga pembiayaan Syariah kepada UMKM, program wakaf uang Pendidikan pesantren dan madrasah Workshop kemandirian ekonomi kepada 300 pengurus pesantren di Kabupaten Jember.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.