Sabtu, 20 Jun 2026 09:33 WIB

Rayakan ‘Dalan Anyar’, Warga Betet Sepakat Hidupkan JLSR Jadi Pemacu Ekonomi Kreatif

  • Penulis :
  • | Minggu, 25 Jan 2026 15:50 WIB
UMKM di Jalan Lintas Sumber Rempi (JLSR). (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
UMKM di Jalan Lintas Sumber Rempi (JLSR). (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Siapa sangka kebiasaan nongkrong sore di pinggir jalan bisa menjelma menjadi penggerak ekonomi baru. Jalan Lintas Sumber Rempi (JLSR), yang setiap sore ramai oleh warga yang sekadar ngopi dan bersantai, kini berkembang menjadi ruang tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Perbaikan dan peningkatan ruas jalan yang oleh warga disebut sebagai JLSR itu disambut antusias masyarakat dengan menggelar tasyakuran. Momentum syukuran tersebut tidak hanya menjadi simbol rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri atas pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya ruang ekonomi baru berbasis partisipasi warga, Minggu (25/1/2026)

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

Camat Pesantren Kota Kediri, Judy Kuntjoro menjelaskan bahwa ramainya JLS Rempi bermula dari aktivitas spontan masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang publik.

“Setiap sore kawasan JLS Rempi memang selalu ramai, awalnya hanya untuk nongkrong dan ngopi, namun dari kebiasaan itu muncul potensi ekonomi yang kemudian berkembang,” kata dia.

Kegiatan tasyakuran sendiri lahir murni dari inisiatif masyarakat. Judy menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak didorong oleh kelurahan maupun kecamatan, melainkan merupakan keinginan warga yang secara gotong royong mengadakan tasyakuran sebagai bentuk terima kasih sekaligus upaya meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat.

“Murni inisiasi warga yang melihat potensi dan peluang yang ada. Kami di kecamatan dan kelurahan menyambut baik dan berusaha memfasilitasi,”jelas Judy lebih lanjut.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan sekitar 115 pelaku UMKM yang meramaikan kegiatan. Kehadiran ratusan pelaku usaha ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan tersebut. Judy menyebut bahwa pelaku UMKM yang hadir tidak hanya berasal dari Kelurahan Betet, tetapi juga dari wilayah sekitar Kecamatan Pesantren, sehingga dampak ekonomi yang muncul bersifat lintas wilayah.

Melihat potensi tersebut, pihak kecamatan berencana mengusulkan pemanfaatan JLS Rempi sebagai lokasi Car Free Day setiap hari Minggu.

“Rencana ini akan kami ajukan kepada Mbak Wali, Vinanda Prameswati, dengan konsep kegiatan Car Free Day setiap Minggu pagi, direncanakan mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, sebagai bentuk fasilitasi pemerintah terhadap aspirasi Masyarakat,”ungkapnya.

Baca Juga: DLHKP Kota Kediri Cek Armada Operasional, Pastikan Layanan Tetap Optimal

Lebih lanjut, ia menegaskan agar kegiatan ini berjalan tertib dan berkelanjutan, pengelolaan akan dilakukan secara terstruktur melalui kelurahan dan panitia yang dibentuk. Aspek kebersihan menjadi perhatian utama mengingat lokasi berada di sekitar lahan persawahan. Judy menekankan pentingnya menjaga kebersihan agar kegiatan ekonomi tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan petani.

Ke depan, aktivitas di JLS Rempi tidak hanya akan diisi oleh UMKM. Masyarakat didorong untuk terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai agenda kreatif seperti pertunjukan musik, lomba mewarnai anak-anak, hingga kegiatan komunitas lainnya agar kawasan tersebut tetap hidup dan tidak monoton.

Inisiatif warga Betet ini menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Kediri. Infrastruktur yang dibangun pemerintah tidak hanya meningkatkan konektivitas wilayah, tetapi juga membuka ruang baru bagi tumbuhnya ekonomi lokal. Dari dalan anyar, lahir semangat baru masyarakat untuk menggerakkan ekonomi daerah dari ruang publik yang mereka hidupkan sendiri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.