Senin, 22 Jun 2026 16:13 WIB

SPPG di Tulungagung Menyampaikan Permintaan Maaf Terkait Kasus Dugaan Keracunan

  • Penulis :
  • | Sabtu, 24 Jan 2026 10:59 WIB
Foto: SPPG Yayasan Ponpes MIA Tulungagung yang memasok MBG di SMK Sore. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: SPPG Yayasan Ponpes MIA Tulungagung yang memasok MBG di SMK Sore. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pondok Pesantren MIA buka suara soal kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Sore Tulungagung. Pihak SPPG akan kooperatif membatu proses pemeriksaan yang saat ini masih berlangsung. Mereka juga akan mengunjungi pelajar yang mengalami gangguan kesehatan di puskesmas serta melakukan komunikasi intens dengan sekolah untuk memastikan kondisi pelajar.

Kepala SPPG Yayasan Pondok Pesantren MIA, Arinia mengatakan pihaknya menyampaikan keprihatinan atas perisitiwa keracunan sejumlah siswa di SMK Sore Tulungagung beberapa waktu lalu. Siswa mengaku mengalami mual, muntah dan diare usai mengkonsumsi menu MBG yang didistribusikan SPPG tersebut.

Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

"Kami menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Kami juga mohon maaf sehingga peristiwa yang seharusnya tidak terjadi ini harus dialami oleh anak-anak," ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung telah mengambil sampel makanan MBG dan sedang dilakukan uji laboratorium. Saat ini penyebab gangguan kesehatan pelajar SMK Sore Tulungagung belum dapat disimpulkan berasal dari MBG. Bahkan terdapat kemungkinan, pelajar juga mengkonsumsi makanan dari luar sekolah.

Baca Juga: Massa Aksi Dukung MBG di Malang Panen Hadiah, dari Sayuran hingga Kulkas

"Kami menghormati proses yang saat ini berjalan. Tapi kami telah menjalankan SOP pengolahan makanan sesuai arahan BGN, proses pengolahan makan juga diawasi oleh tenaga ahli gizi serta juru masak berpengalaman. Namun kami juga akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh serta perbaikan tata kelola tanpa menunggu hasil akhir laboratorium," tuturnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG akan kooperatif membatu proses pemeriksaan. Selain itu, pihaknya juga mengunjungi pelajar yang mengalami gangguan kesehatan di puskesmas serta melakukan komunikasi intens dengan sekolah untuk memastikan kondisi pelajar. Arinia berharap kepada seluruh pihak agar dapat menunggu hasil pemeriksaan resmi. Sehingga peristiwa ini bisa lebih objektif dan tidak merugikan pihak lain.

Baca Juga: Monitoring Dua SPPG, Ini Kata Satgas MBG Probolinggo

"Harapan kami seluruh pihak bisa menunggu hasil pemeriksaan resmi. Agar tidak ada kesimpulan dini yang merugikan pihak lain," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.