Selasa, 16 Jun 2026 12:39 WIB

Profil Maidi, Wali Kota Madiun yang Punya Gelar Berderet Tapi Diciduk KPK

Wali Kota Madiun, Maidi. (Foto: Wikipedia/jatimnow.com)
Wali Kota Madiun, Maidi. (Foto: Wikipedia/jatimnow.com)

jatimnow.com - Langkah kaki Maidi menuju puncak kekuasaan di Kota Pendekar terhenti secara mengejutkan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengamankan Wali Kota Madiun tersebut dalam sebuah operasi yang mengguncang publik Jawa Timur.

Padahal, pria kelahiran Magetan ini baru saja kembali menjabat untuk periode kedua setelah memenangkan kontestasi politik lokal.

Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin dan 9 Pejabat Pemkab Tulungagung Diperiksa KPK

Dilansir dari laman madiunkota.go.id, Maidi bukan orang baru di jajaran birokrasi Kota Madiun. Sebelum menduduki kursi orang nomor satu di Jalan Pahlawan No. 37, ia memiliki catatan karier yang sangat panjang, merangkak dari bawah sebagai tenaga pendidik hingga menjadi Sekretaris Daerah selama sembilan tahun.

Penangkapan ini menyisakan lubang besar bagi tata kelola pemerintahan kota yang sedang gencar membangun pusat wisata kuliner tersebut.

Pria kelahiran 12 Mei 1961 ini mengawali pengabdiannya sebagai guru di SMAN 1 Madiun pada tahun 1989.

Ketekunannya dalam bidang pendidikan terlihat dari deretan gelar akademik yang ia raih, mulai dari sarjana hingga doktor dari berbagai universitas ternama.

Maidi bahkan sempat menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Madiun sebelum akhirnya melompat ke jajaran struktural di Dinas Pendidikan.

Karier Maidi melesat tajam saat ia dipercaya mengelola pundi-pundi daerah sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah pada 2006.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati Tulungagung Nonaktif, KPK Periksa 9 Saksi di Polda Jatim

Kemampuannya mengelola birokrasi membuatnya terpilih menjadi Sekretaris Daerah Kota Madiun pada 2009, posisi tertinggi bagi aparatur sipil negara di tingkat kota, yang ia duduki hingga tahun 2018 sebelum akhirnya memutuskan maju dalam Pemilihan Wali Kota.

Maidi dikenal sebagai sosok yang sangat haus ilmu. Resume akademiknya mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari keguruan di IKIP Surabaya, hukum di UNMER Madiun, hingga manajemen di Universitas Satyagama Jakarta.

Koleksi gelarnya yang mentereng, mulai dari Dr., Drs., SH, MM, hingga M.Pd, selama ini menjadi kebanggaan sekaligus citra intelektual di mata pemilihnya.

Namun, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK pada Senin (19/1) ini meruntuhkan citra bersih yang selama ini ia bangun.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Tulungagung Non Aktif dan Ajudannya

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan tersebut. "Salah satunya Wali Kota Madiun," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (19/1).

Budi menambahkan bahwa KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Wali Kota Madiun sesuai KUHAP.

Kini, masyarakat Madiun menunggu kejelasan nasib pemimpin mereka. Itulah profil Maidi, yang dulu dielu-elukan karena membawa perubahan fisik signifikan di jantung kota, kini harus berhadapan dengan meja hijau untuk mempertanggungjawabkan integritasnya sebagai pejabat publik.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.