Minggu, 21 Jun 2026 01:59 WIB

PDI Perjuangan Jember Tanam Pohon, Lambang Terciptanya Manusia Dengan Alam

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 19 Jan 2026 11:35 WIB
Foto: Aksi tanam 1.053 pohon PDI Perjuangan Jember (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Aksi tanam 1.053 pohon PDI Perjuangan Jember (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-DPC PDI Perjuangan Jember mengadakan kegiatan menanam 1.053 pohon di dua tempat yang memiliki letak strategis. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta hubungan manusia dengan alam dan lingkungan yang harmonis.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto menyampaikan, negara ini dibangun dengan nafas Tri Hita Karana. Dimana keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan) menjadi fondasi kehidupan.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Sebuah harmoni kosmis yang mengikat segala lini pemerintahan, pembangunan, dan peradaban dalam simpul suci yang tak terpisahkan dari kebaikan semesta," ujarnya, Senin (19/1/2026).

PDI Perjuangan Jember menjalankannya dengan melakukan penanaman 1.053 pohon yang menandakan seribu harapan akan masa depan ekologis yang harmoni.

"Lima puluh tiga sebagai penanda lima puluh tiga tahun Usia PDI Perjuangan. Dilaksanakan di dua tempat yang merupakan wilayah hulu dan hilir sungai sumber kehidupan," tuturnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Kegiatan ini adalah penciptaan rasa sadar dalam masa yang panjang. Kemampuan untuk melihat satu dekade kedepan dan bertindak selaras hari ini.

"Mari kita menanam, Menanam budi pekerti, Menanam akal sehat, Menanam Keberanian, Menanam tanaman untuk kehidupan," tegasnya.

Adapun lokasi penanaman 1.053 pohon, yakni di sungai hulu yang terletak di Desa Suco Kecamatan Mumbulsari dan titik hilir yang terletak di Sungai Desa Paseban Kecamatan Kebcong Jember.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Dengan kegiatan ini, kata Widarto, terjadinya bencana alam dapat diminimalisir di masa akan datang. Langkah nyata merawat lingkungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang digelar pada 10-12 Januari lalu.

"Salah satu poin penting hasil Rakernas kemarin adalah perintah untuk merawat bumi atau merawat Pertiwi," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.