Senin, 15 Jun 2026 21:36 WIB

Jembatan Gantung Diperbaiki, Warga di Jember Harap Pemerintah Bangun Permanen

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 13 Jan 2026 07:35 WIB
Foto: Jembatan gantung hasil gotong royong warga (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Jembatan gantung hasil gotong royong warga (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pasca ambrol diterjang banjir beberapa pekan lalu, jembatan gantung yang terletak di Desa Jubung Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember kini sudah bisa dilewati kembali. Warga telah bergotong royong memperbaiki jembatan tersebut.
Jembatan gantung ini sebelumnya ambrol akibat diterjang banjir dan tidak bisa digunakan sebagai akses bagi warga.

"Masyarakat pasca banjir, khususnya jembatan itu banyak aktifitas warga yang terganggu gara-gara itu. Jadi muncul kesamaan rasa, penderitaan, akhirnya muncul semangat bagaimana ini bisa dilakukan perbaikan sementara," ujar Kepala Desa Jubung, Bhisma Perdana, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Warga kemudian membuka donasi untuk biaya perbaikan jembatan gantung ini. Pihak Pemdes juga memberikan suport. Menurut Bhisma jembatan hasil gotong royong kali ini tidak sekokoh sebelumnya. Kalau dulu dapat dilewati dengan berboncengan naik sepeda motor, kini tidak bisa.

"Jadi tidak seperti sebelumnya, kini diatur dan bisa dilewati sepeda motor satu-satu serta tidak berboncengan. Sebetulnya itu prioritas untuk masyarakat pejalan kaki," ungkapnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Bhisma mengaku, selama ia menjabat setiap tahun mengajukan pembangunan jembatan secara permanen. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda pembangunannya.

"Kita setiap tahun mengajukan perbaikan pembangunan, mulai saya jadi kades, tujuannya agar bisa dijadikan jembatan permanen. Itu jembatan alternatif, memecah kemacetan di pertigaan mamgli. Mudah-mudahan era pemerintahan Gus Fawait bisa direaksi cepat," tuturnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bhisma berharap pemerintah bisa merespon cepat dan membangun jembatan gantung ini menjadi permanen. Jembatan tersebut menjadi akses warga dari Desa Jubung Kecamatan Sukorambi hingga Desa Pancakarya Kecamatan Ajung.

"Kami harap, kejadian ini segera ditangkap dan ditindaklanjuti oleh instansi atau yang punya wewenang, baik kabupaten, provinsi maupun pusat. Karena anggaran desa tidak mampu untuk mengerjakan itu. Harapan saya, itu dijadikan prioritas di tahun 2016 untuk dilakukan pembangunan, sehingga masyarakat yang sudah lama menginginkan ini, bisa terealisasi di tahun 2026," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.