Jumat, 19 Jun 2026 11:20 WIB

Daop 7 Tutup Perlintasan Liar di Nganjuk Seiring Naiknya Frekuensi Perjalanan KA

  • Penulis :
  • | Senin, 12 Jan 2026 20:20 WIB
Petugas Daop 7 Madiun tutup perlintasan liar. (Foto: Daop 7 Madiun/jatimnow.com)
Petugas Daop 7 Madiun tutup perlintasan liar. (Foto: Daop 7 Madiun/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menutup perlintasan sebidang liar di Km 214+5/6 petak jalan Stasiun Kertosono–Sembung, tepatnya di Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada awal 2026.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa penutupan perlintasan liar merupakan langkah penting untuk mencegah kecelakaan.

Baca Juga: Antisipasi Macet Saat CFN 6 Juni, Stasiun Kediri Imbau Penumpang Datang Lebih Awal

“Penutupan perlintasan liar merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Menurut Tohari, perlintasan liar memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi seiring meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api. Oleh karena itu, penutupan perlintasan tanpa izin menjadi langkah mutlak.

“Keberadaan perlintasan liar memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, terutama di tengah meningkatnya frekuensi dan intensitas perjalanan kereta api,” tegasnya.

Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha

Sepanjang tahun 2025, KAI Daop 7 Madiun telah menutup 15 titik perlintasan liar di wilayah kerjanya. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

“Demi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin wajib ditutup,” kata Tohari.

Baca Juga: Prabowo Kunker ke Nganjuk, Daop 7 Imbau Penumpang KA Atur Waktu Berangkat

Hingga saat ini, KAI Daop 7 Madiun mencatat terdapat 216 perlintasan sebidang. Pihaknya pun mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi rambu, palang pintu, dan penjagaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi rambu, palang pintu, dan penjagaan, serta senantiasa disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.