Rabu, 17 Jun 2026 21:59 WIB

Dana Haji Dikorupsi, Gus Lilur Minta KPK Kejar Semua Penerima Aliran Dana

Ketua Umum NBI sekaligus Owner Kabantara Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
Ketua Umum NBI sekaligus Owner Kabantara Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Dugaan skandal korupsi kuota haji tahun 2024 yang menyeret mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terus bergulir panas.

Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) sekaligus Owner Kabantara Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera membongkar peta aliran dana kasus tersebut secara transparan.

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Gus Lilur memperkenalkan istilah SITAJI (Aliran Dana Korupsi Kuota Haji) sebagai bentuk tekanan publik agar penegakan hukum tidak berhenti pada penetapan tersangka semata, melainkan menjangkau hingga ke penerima manfaat akhir (beneficial owner).

Menurut Gus Lilur, instrumen negara seperti KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dipastikan sudah mengantongi bukti-bukti kuat mengenai pergerakan uang haram dalam penyalahgunaan kuota tambahan haji tersebut.

"Kita menunggu aliran dana dugaan korupsi kuota haji dibuka secara transparan oleh KPK. KPK dan PPATK pasti sudah memiliki bukti aliran dana ini," ujar Gus Lilur dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi mengenai aliran dana sangat krusial guna menghindari spekulasi liar di tengah masyarakat yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap institusi keagamaan.

Lebih lanjut, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) ini menegaskan pentingnya prinsip keadilan sosial dan persamaan di mata hukum (equality before the law). Ia menyatakan bahwa jika ditemukan bukti keterlibatan pihak lain, termasuk tokoh besar, maka KPK tidak boleh ragu untuk bertindak.

Gus Lilur secara spesifik menyebut nama Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Ia menyatakan bahwa warga NU justru mendukung langkah hukum jika memang terdapat bukti valid mengenai aliran dana tersebut.

Baca Juga: Gus Lilur Tagih Janji KEK Tembakau Madura demi Berantas Rokok Ilegal

"Jika ada bukti aliran dana dugaan korupsi kuota haji terkait siapa pun, termasuk Gus Yahya, para kiai NU dan warga NU mempersilakan KPK memeriksanya. Yang penting transparan, berdasar bukti, dan tidak tebang pilih," tegasnya.

Sebagai sosok yang melabeli dirinya sebagai "Warga NU Anti Kyai Munafik", Gus Lilur menilai integritas pengelolaan ibadah haji adalah marwah umat yang harus dijaga dari praktik koruptif.

Sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, sebagai tersangka dalam kasus pengalihan kuota haji tambahan tahun 2024.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dan Plt Deputi Penindakan, Asep Guntur Rahayu, telah mengonfirmasi penetapan tersangka tersebut.

Baca Juga: Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Berantas Mafia BBL

Kasus ini bermula dari pengalihan 20.000 kuota tambahan yang didapat Indonesia dari Pemerintah Arab Saudi. Alih-alih diberikan kepada jemaah haji reguler yang telah mengantre puluhan tahun, kuota tersebut justru dibagi rata (50:50) dengan haji khusus.

Langkah ini dianggap melanggar UU Haji yang membatasi kuota haji khusus maksimal 8 persen. Akibat kebijakan ini, sekitar 8.400 jemaah haji reguler yang seharusnya berangkat terpaksa gagal berangkat.

KPK mengindikasikan adanya dugaan kerugian negara yang mencapai Rp 1 triliun, dengan sejumlah aset berupa rumah, mobil, dan mata uang asing yang telah disita.

"Salam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Gus Lilur.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.