Senin, 22 Jun 2026 23:50 WIB

Konflik Lahan Graha Famili, Warga Tagih Janji Fasum yang Jadi Area Komersial

Warga Graha Famili Surabaya protes pembangunan Cafe Nook di lahan fasum. (Foto/jatimnow.com)
Warga Graha Famili Surabaya protes pembangunan Cafe Nook di lahan fasum. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Keamanan warga Perumahan Graha Famili, Surabaya, kini berada di ujung tanduk. Alih fungsi lahan fasilitas umum (fasum) menjadi kawasan komersial memicu amarah penghuni setelah bangunan Cafe Nook berdiri berdampingan dengan gardu listrik bertegangan tinggi.

Proyek tersebut dianggap sebagai bom waktu yang mengancam keselamatan jiwa akibat risiko kebakaran hebat.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Ketegangan mencuat di Jalan Boulevard Famili Selatan karena pembangunan tersebut mencaplok lahan seluas 7.743 meter persegi yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau dan sarana olahraga.

Warga merasa dikhianati oleh pengembang, PT Sanggar Asri Sentosa (SAS), yang semula menjanjikan lapangan tenis namun justru menghadirkan deretan bangunan bisnis.

"Satu lokasi ada gardu listrik dan restoran, ini sangat berbahaya. Jika terjadi ledakan atau kebakaran, siapa yang mau memikul tanggung jawab?" ujar perwakilan warga, Alexander Maria Pribadi, Rabu (07/1/2026).

Alexander mengungkapkan bahwa warga tidak pernah diajak bicara terkait perubahan drastis fungsi lahan ini.

Padahal, saat pertama kali membeli hunian di blok U dan SS, brosur pemasaran dengan jelas mencantumkan area tersebut sebagai fasilitas olahraga. Sejak 2023, janji itu menguap, berganti dengan beton bangunan komersial.

Ironisnya, data dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya mengonfirmasi bahwa status lahan tersebut sah sebagai fasum.

Namun, meski administrasi negara mencatatnya sebagai fasilitas publik, aktivitas konstruksi di lapangan tetap melaju kencang.

Baca Juga: Gaya Cak Armuji, Saat YouTube Ubah Birokrasi Surabaya Jadi Ruang Publik

"Kami bingung. Administrasi bilang fasum, tapi fisik bangunan komersial terus berdiri. Pengawasan pemerintah kota terlihat tumpul di sini," kata Alexander.

Konflik ini sebenarnya sempat direspons oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, hingga berlanjut ke meja hearing Komisi A DPRD Kota Surabaya. Sempat ada instruksi penghentian proyek, namun secara misterius pembangunan kembali berjalan.

Kabar yang beredar menyebutkan izin pembangunan baru terbit pada Mei 2025, di tengah sengketa yang belum tuntas dengan warga.

Upaya warga untuk meminta transparansi pun membentur tembok tebal. Surat permohonan audiensi kepada Kepala DPRKPP melalui PPID hingga kini belum berbalas. Warga kini mendesak pemerintah kota untuk tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan zonasi.

Baca Juga: Camat Diduga Terlibat Penipuan Loker, DPRD: Citra Surabaya Tercoreng

"Kalau memang ada izinnya, buka dokumennya secara transparan. Jika melanggar, kembalikan ke fungsi semula. Jangan sampai hak warga dikorbankan demi kepentingan bisnis yang mengabaikan aspek keselamatan," pungkas Alexander.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan pengabaian hak konsumen dan pelanggaran peruntukan lahan tersebut.

 

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.