Minggu, 21 Jun 2026 02:18 WIB

Manajemen Perseta 1970 Tulungagung Bawa Kasus Tendangan Kungfu ke Polisi

  • Penulis :
  • | Rabu, 07 Jan 2026 07:59 WIB
Foto: Capture tendangan kungfu pemain Putra Jaya Lamongan. (Youtube/jatimnow.com)
Foto: Capture tendangan kungfu pemain Putra Jaya Lamongan. (Youtube/jatimnow.com)

jatimnow.com-Manajemen Perseta 1970 Tulungagung menyayangkan insiden tendangan kungfu, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan Senin (5/01/2026) sore. Pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha tepat di bagian dada. Akibatnya Firman mengalami retak tulang rusuk bagian bawah. Hingga saat ini belum ada permohonan maaf secara resmi yang disampaikan oleh manajemen Putra Jaya Pasuruan.

Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima permintaan maaf secara resmi dari tim lawan. Mereka menyayangkan adanya kejadian ini. Terlebih sebelumnya juga terjadi kejadian penyikutan yang juga dilakukan pemain lawan.

Baca Juga: Tampil Solid, Persid Jember Kalahkan Persemay Maybrat

"Sebelumnya ada kejadian penyikutan, pemain Perseta 1970 Tulungagung sampai mengeluarkan darah dari hidung, kemudian terjadi tendangan kungfu ini," ujarnya, Selasa (6/01/2025).

Pihak manajemen Perseta 1970 Tulungagung sendiri berencana membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Berdasarkan hasil analisa, ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Dari rekaman video terlihat pemain Putra Jaya Pasuruan sudah bersiap untuk menendang lawannya. Selain itu setelah dikeluarkan pemain tersebut masih menantang dan memprovokasi pemain lainna.

Baca Juga: Raih Kemenangan, Persid Jember Buka Peluang di 8 Besar Liga 4 Jatim

"Ini sudah diluar ranah permainan sepakbola, kuat dugaan ada unsur kesengajaan, kita belum mengetahui motifnya apa," tuturnya.

Menurut Rudy, selama ini kejadian kekerasan dalam olahraga hanya selesai melalui mekanisme sidang komisi disiplin. Namun banyak kasus yang kembali terulang bahkan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Dengan upaya membawa kasus ini ke ranah hukum, diharapkan bisa memberi edukasi ke semua pihak. Para pemain juga diharuskan menjaga sportivitas selama pertandingan.

Baca Juga: Persid Jember Minta Maaf atas Insiden Pelemparan Bus Persida Sidoarjo

"Kasus seperti ini selalu berulang setiap tahunya, hanya sanksi dari komisi disiplin saja, ini akan menjadi pembelajaran bagi semua pihak," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.