Kamis, 18 Jun 2026 15:33 WIB

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Minta Maaf ke Madas, Polemik Resmi Berakhir?

  • Penulis :
  • | Selasa, 06 Jan 2026 16:22 WIB
Madas dan Armuji menyatan damai (foto: Mandri for jatimnow.com)
Madas dan Armuji menyatan damai (foto: Mandri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji angkat tangan. Di hadapan pimpinan Madura Asli Sedarah (Madas), ia menyampaikan permohonan maaf terbuka atas penyebutan nama ormas yang sempat memantik kegaduhan publik.

Permintaan maaf itu disampaikan Armuji dalam forum mediasi bersama Ketua Umum DPP Madas, Mohammad Taufik, di Universitas dr Soetomo (Unitomo), Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

"Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf. Tidak ada niat menstigmatisasi Madas,” ujar Armuji.

Armuji berdalih, kehadirannya dalam sidak dipicu laporan warga yang terus berdatangan dan sorotan media sosial.

"Yang memviralkan bukan saya. Televisi nelpon terus, laporan masuk banyak, makanya saya datang,” katanya.

Ia mengakui sempat menyebut nama Madas dalam dialog yang ditayangkan di YouTube dan akun medsos pribadinya. Penyebutan itu, menurut Armuji, murni spontan dan keliru.

"Saya kira itu logo Madas, ternyata bukan. Tulisan ‘gong xi fa cai’,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Madas Mohammad Taufik menegaskan organisasinya tak ada sangkut paut dengan peristiwa yang dipersoalkan. Ia menolak keras cap premanisme yang sempat dialamatkan.

"Kami tegaskan, Madas bukan ormas preman,” kata Taufik.

Baca Juga: Gaya Cak Armuji, Saat YouTube Ubah Birokrasi Surabaya Jadi Ruang Publik

Ia menyebut, kejadian terjadi Agustus 2025, sebelum dirinya menjabat sebagai ketua umum. Hasil kajian tim hukum Madas pun menyimpulkan tak ada keterlibatan organisasi.

“Tidak ada satu pun berita acara menyebut Madas. Itu bukan kegiatan ormas,” tegasnya.

Taufik mengakui ada individu yang hadir dalam acara pelantikan, namun hal itu tak bisa dijadikan dasar menuding organisasi.

“Kalau terbukti melanggar hukum, kami dukung aparat menindak,” ujarnya.

Baca Juga: Camat Diduga Terlibat Penipuan Loker, DPRD: Citra Surabaya Tercoreng

Menurut Taufik, simbol di pakaian individu tertentu telah berkembang menjadi framing yang merugikan.

“Ini sudah jadi gorengan,” katanya singkat.

Kedua belah pihak sepakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan menutup polemik di ruang publik.

“Kalau salah, silakan diproses,” tutup Taufik.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.