Sabtu, 06 Jun 2026 13:10 WIB

Ikhtiar GP Ansor Bangun Cetak Generasi Qur’ani Melalui MHQ 2026

GP Ansor berupaya mendekatkan Al-Qur’an ke jantung kehidupan generasi muda sekaligus memperingati Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-103. (Foto: Ansor for JatimNow.com)
GP Ansor berupaya mendekatkan Al-Qur’an ke jantung kehidupan generasi muda sekaligus memperingati Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-103. (Foto: Ansor for JatimNow.com)

jatimnow.com - Suasana Musholla Nurul Huda di Dusun Bangun, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, tampak lebih riuh dari biasanya pada Minggu pagi (4/1/2026). Puluhan santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) berkumpul bukan hanya untuk mengaji rutin, melainkan untuk menguji nyali dan hafalan mereka dalam ajang MHQ 2026 (Musabaqoh Hifdzil Qur’an).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Bangun ini menjadi oase di tengah gempuran digitalisasi yang menyasar anak-anak.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Melalui lomba hafalan Juz 30 (Juz Amma), GP Ansor berupaya mendekatkan Al-Qur’an ke jantung kehidupan generasi muda sekaligus memperingati Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-103.

Ketua GP Ansor Ranting Desa Bangun, Rahmad Fadloli, menyatakan bahwa acara ini berangkat dari keinginan untuk memberikan panggung nyata bagi para santri.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang apresiasi agar mereka bangga terhadap identitasnya sebagai pembelajar Al-Qur’an.

"Semangat kami bukan sekadar mencari siapa yang paling lancar hafalannya. Ini tentang membangun karakter, melatih adab, dan memupuk keberanian tampil di depan publik sejak dini," ujar Rahmad di sela-sela acara.

Panitia merancang MHQ 2026 dengan format yang edukatif. Ketua Panitia, Ustad Abdul Adzim, menjelaskan bahwa setiap peserta mendapatkan perlakuan yang mendorong pertumbuhan mental.

Kedisiplinan berpakaian dan tata krama saat berada di atas panggung menjadi poin penilaian yang tidak terpisahkan dari kualitas hafalan.

"Kami ingin anak-anak pulang membawa kenangan indah. Menang atau kalah, mereka sudah belajar soal disiplin dan bagaimana menjaga amanah hafalan melalui muroja'ah yang konsisten," tutur Abdul Adzim.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

Menariknya, GP Ansor tidak hanya memberikan apresiasi berupa piala dan uang pembinaan bagi para juara. Mereka juga menyiapkan kejutan bagi para guru pendamping. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang literasi Al-Qur’an di desa.

Bahkan, bagi para pemenang yang menduduki podium satu hingga tiga, GP Ansor berkomitmen untuk mengawal mereka hingga ke kompetisi tingkat provinsi.

"Seluruh akomodasi dan biaya akan kami tanggung. Kami ingin potensi dari desa ini punya jalur prestasi yang jelas," tambah Abdul Adzim.

Pelaksanaan MHQ ini juga menjadi bukti kuatnya ekosistem gotong royong di Desa Bangun. Muhammad Kholid Basyaiban, Bendahara sekaligus Tim Media GP Ansor Bangun, menyebutkan bahwa pendanaan dan logistik acara terkumpul berkat dukungan warga dan para pendidik.

"Memuliakan Al-Qur'an adalah investasi jangka panjang untuk desa kami. Lewat publikasi yang luas, kami berharap semangat ini menular ke wilayah lain," kata Kholid.

Baca Juga: DPRD dan GP Ansor Kota Probolinggo Perjuangkan Insentif Guru Ngaji dan Bosda

Nada optimis juga disampaikan oleh Gus H. Muhammad Izzul Kahfi dalam ceramahnya. Ia mengingatkan bahwa keamanan dan keberkahan sebuah wilayah bermula dari akhlak penduduknya.

"Menghidupkan Al-Qur'an harus dimulai dengan kegembiraan. Saat anak-anak merasa senang belajar agama karena lingkungannya mendukung, maka desa akan dijaga oleh keberkahan," pesannya.

Acara yang berlangsung sejak pagi ini ditutup dengan pengajian umum dan Gebyar Penyerahan Hadiah pada malam harinya.

Bagi warga Desa Bangun, MHQ 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan langkah nyata menjaga tradisi mengaji tetap hidup di tengah arus zaman.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.