Kamis, 18 Jun 2026 02:01 WIB

Osmoinc, Alat Canggih Mahasiswa ITS Bikin Telur Asin Masir Tanpa Menunggu

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 30 Des 2025 17:16 WIB
Salah satu anggota Tim Osmoinc ITS saat merakit komponen penting pada alat pembuat telur asin. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)
Salah satu anggota Tim Osmoinc ITS saat merakit komponen penting pada alat pembuat telur asin. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tradisi membuat telur asin yang biasanya memakan waktu hingga dua minggu kini berubah total di tangan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Melalui inovasi bernama Osmotic Manipulation and Near Infrared Controlled (Osmoinc), proses pengasinan telur yang biasanya memerlukan waktu 10 hingga 14 hari berhasil dipangkas drastis menjadi hanya lima jam.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Teknologi ini hadir sebagai jawaban atas keluhan pelaku UMKM yang seringkali kewalahan memenuhi permintaan pasar, terutama untuk kebutuhan ekspor.

Penggunaan metode konvensional dengan balutan tanah liat dan garam dianggap terlalu lambat dan sulit menjaga konsistensi rasa serta kebersihan produk.

"Proses dua minggu itu sangat lama kalau kita bicara pemenuhan pasar internasional. Kami menciptakan Osmoinc agar produksi telur asin lebih cepat, tetap masir, dan jauh lebih higienis," ujar Achmad Mahendra, Ketua Tim PKM-KI ITS, Selasa (30/12/2025).

Osmoinc ITS bekerja dengan prinsip manipulasi tekanan osmosis yang diperkuat sensor Near Infrared (NIR). Alat ini memanfaatkan perbedaan konsentrasi garam antara bagian luar dan dalam telur secara ekstrem.

Alih-alih mengubur telur dalam tanah, alat ini menggunakan larutan garam yang dikontrol secara presisi.

Sensor NIR berperan sebagai pemindai kualitas tanpa merusak telur (non-destructive). Radiasi inframerah ini mengukur tingkat kemasiran dan konsentrasi garam pada tiap butir telur.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Hasilnya, setiap telur yang keluar dari mesin ini memiliki standar rasa yang seragam, sesuatu yang mustahil dicapai secara konsisten dengan cara manual.

"Kami juga memastikan telur lebih tahan lama. Jika cara lama seringkali memicu pertumbuhan mikroba, penggunaan Osmoinc justru menghambat perkembangbiakan kuman sehingga daya simpan telur meningkat," jelas mahasiswa Departemen Teknik Kimia Industri tersebut.

Inovator asal Madura ini merancang inkubator otomatis dengan kapasitas 150 butir sekali jalan. Prosesnya dimulai dari perendaman telur dalam asam asetat untuk membuka pori-pori cangkang, diikuti pembilasan, lalu direbus menggunakan larutan NaCl 30 persen pada suhu 70 derajat Celsius selama empat jam.

Secara teknis, mesin berukuran 53,4 x 56,3 x 50,2 sentimeter ini menggunakan material Galvanis dan Stainless Steel tipe SS316 yang dikenal aman untuk pangan (food grade).

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Dengan daya 1.650 watt, alat ini menawarkan efisiensi tinggi bagi industri rumahan yang ingin naik kelas.

Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi kerakyatan sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penciptaan lapangan kerja layak dan inovasi industri.

Mahen optimistis, dengan alat ini, telur asin lokal tidak hanya akan merajai pasar domestik, tetapi juga lebih kompetitif di pasar global berkat standar higienitas yang terjamin.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.