Senin, 22 Jun 2026 22:07 WIB

Cicit Syaikhona Kholil Minta Publik Tak Beri Stigma Negatif pada Warga Madura

Anggota DPR R. Imron Amin (Ra Ibong). (Foto/Dokumentasi Pribadi)
Anggota DPR R. Imron Amin (Ra Ibong). (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura), R. Imron Amin, bereaksi keras terhadap tren perbincangan publik yang mulai menyeret identitas kesukuan dalam sebuah kasus viral di Surabaya. Ia meminta semua pihak berhenti mengaitkan tindakan personal oknum dengan nama besar suku Madura.

Pria yang akrab disapa Ra Ibong ini mencermati adanya kecenderungan provokasi di ruang digital yang menyudutkan etnis tertentu.

Baca Juga: GMNI Surabaya: Jangan Benturkan Suku Madura dalam Kasus Nenek Elina

Menurutnya, persoalan hukum atau perselisihan individu seharusnya tetap berada di koridor hukum tanpa harus memicu sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Saya meminta dengan hormat, jangan membawa-bawa nama suku Madura dalam kasus apa pun. Warga Madura di mana pun berada selalu memegang teguh prinsip andhap asor atau etika tinggi, sesuai ajaran para sesepuh," tegas Ra Ibong, Senin (29/12/2025).

Cicit Pahlawan Nasional Syaikhona Kholil Bangkalan ini mengingatkan bahwa perilaku satu orang tidak bisa menjadi cermin bagi jutaan warga Madura lainnya.

Pelabelan negatif yang berbasis suku justru berisiko merusak kerukunan sosial yang sudah terjaga lama di Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Baca Juga: Cicit Syaikhona Kholil Prihatin Polemik PBNU, Konflik Internal Ancam Perpecahan

Stigma kesukuan sering kali menjadi bahan bakar yang memperkeruh suasana di media sosial. Bagi politikus Gerindra ini, mengaitkan organisasi masyarakat (ormas) atau perilaku individu dengan identitas Madura adalah langkah yang keliru dan berbahaya.

"Tolong, mari kita jaga ketertiban bersama. Jangan dikaitkan dengan suku Madura, baik itu soal ormas atau hal semacamnya. Biarkan proses hukum berjalan secara adil, dan mari kita kedepankan adab dalam menyikapi informasi," tutur Wakil Ketua MKD DPR RI tersebut.

Sebagai tokoh muda Nahdliyin, Ra Ibong mengimbau netizen agar lebih bijak dalam jempol mereka di media sosial.

Baca Juga: Ra Ibong Raih Penghargaan FJN, Dorong Kader NU Melek Teknologi

Ia berharap publik tidak terhanyut dalam narasi ujaran kebencian atau provokasi yang sengaja digulirkan untuk memecah belah masyarakat.

Alih-alih memperluas masalah menjadi konflik sosial, masyarakat diharapkan memantau penyelesaian masalah melalui mekanisme yang berlaku. Fokus pada substansi kasus dinilai jauh lebih produktif daripada menyerang identitas budaya.

"Mari kita selesaikan masalah sesuai mekanisme yang ada. Jangan memperluasnya menjadi konflik sosial yang merugikan kita semua," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.