Jumat, 19 Jun 2026 08:22 WIB

Ribuan Pesilat Berkumpul Di Ponorogo, Gelar Doa Bersama Untuk Negeri

Foto: Ribuan pesilat PSHT Pusat Madiun mengikuti doa dan dzikir bersama dalam Bumi Reog Berdzikir di Alun-Alun Ponorogo. (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Foto: Ribuan pesilat PSHT Pusat Madiun mengikuti doa dan dzikir bersama dalam Bumi Reog Berdzikir di Alun-Alun Ponorogo. (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com–Ribuan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun dari berbagai daerah berkumpul di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (28/12/2025). Mereka mengikuti kegiatan Bumi Reog Berdzikir. Kegiatan ini menjadi momentum doa bersama demi keselamatan bangsa sekaligus bentuk empati terhadap masyarakat di Sumatra yang tengah dilanda musibah.

Sejak pagi hari, kawasan Alun-Alun Ponorogo dipadati peserta yang mayoritas mengenakan busana hitam khas PSHT. Kehadiran ribuan pesilat tersebut menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan dalam agenda spiritual yang rutin digelar setiap tahun.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Bumi Reog Berdzikir diselenggarakan oleh PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun dan dihadiri sejumlah tokoh nasional maupun daerah. Di antaranya Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Staf Khusus Menko PMK Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, serta Asisten Deputi Olahraga Profesional Dr. Yusuf Suparman.

Selain itu, tampak hadir jajaran pimpinan PSHT Pusat, Forkopimda Ponorogo, dan tokoh masyarakat. Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina PSHT Pusat Madiun menyampaikan bahwa doa bersama ini dipersembahkan untuk bangsa Indonesia, khususnya bagi saudara-saudara di Sumatera dan Aceh.

“Ini adalah doa untuk negeri. Kami mendoakan para korban yang wafat agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan seni budaya dan atraksi bela diri, mulai dari Reog Ponorogo hingga demonstrasi pencak silat. Setelah itu, ribuan pesilat mengikuti dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh sejumlah ulama dan pengasuh pondok pesantren di Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Doa dipimpin antara lain oleh KH Ansor M. Rusydi, KH Syamsudin, LC, KH Sholehan Al-Hafid, KH Imam Bajuri, Dr. KH Moh. Irfan Riyadi, M.Ag, hingga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo.

Ketua Umum PSHT Pusat Kangmas R. H. Moerdjoko HW menegaskan bahwa Bumi Reog Berdzikir tidak hanya menjadi sarana doa, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan antarpesilat. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menguatkan komitmen warga PSHT untuk menjaga marwah organisasi, tradisi, dan nilai-nilai luhur pencak silat.

“Selain mendoakan saudara-saudara kita di Sumatra, kegiatan ini bertujuan memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta meneguhkan komitmen warga PSHT untuk berperan positif di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Salah satu peserta, Adimas, mengaku telah mengikuti Bumi Reog Berdzikir sebanyak tujuh kali. Warga Kecamatan Slahung tersebut menyebut kehadirannya setiap tahun dilandasi niat berdoa untuk bangsa dan menjaga tali silaturahmi antarpesilat.

“Kami datang untuk berdoa bagi negeri, mendoakan saudara-saudara di Sumatera, sekaligus menjaga persaudaraan dan kebersamaan,” tuturnya.

Melalui Bumi Reog Berdzikir, para pesilat berharap nilai spiritual, persatuan, dan kepedulian sosial terus terjaga, sehingga pencak silat tidak hanya dikenal sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai sarana membangun kedamaian dan persaudaraan.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.