Jumat, 19 Jun 2026 13:23 WIB

Pemkab Kediri Ngunduh Mantu di Hari Ibu, 44 Pasangan Muda hingga Lansia Dinikahkan

  • Penulis :
  • | Senin, 22 Des 2025 17:45 WIB
Ngunduh mantu Pemkab Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Ngunduh mantu Pemkab Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten Kediri ngunduh mantu dalam peringatan Hari Ibu 2025, Senin (22/11/2025). 44 pasangan dengan rentan usia mulai 20 hingga 80 tahun dinihahkan

Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito, menegaskan bahwa acara ngunduh mantu ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret memuliakan perempuan dan melindungi masa depan anak.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

"Kediri Ngunduh Mantu ini cara yang paling tepat untuk memperingati Hari Ibu, bukan sekadar dengan seremoni, tetapi dengan langkah nyata yang memuliakan perempuan dan menguatkan keluarga," katanya.

Menurutnya, nikah siri sudah tidak relevan di masa kini. Negara harus hadir untuk memastikan setiap pernikahan memiliki kepastian hukum. Karena itu, melalui program ini, Pemkab Kediri langsung menerbitkan dokumen administrasi kependudukan sebagai bentuk pelayanan yang cepat dan berpihak pada masyarakat.

"Dalam tradisi kita, ngunduh mantu bukan hanya soal acara, tapi tentang penerimaan, penyatuan, serta restu dan penguatan ikatan keluarga. Maka hari ini, Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan hal yang sama, menerima dan menguatkan ikatan para pengantin agar pernikahan yang sudah sah secara agama juga memiliki kekuatan dan kepastian secara hukum negara," jelasnya.

Ia juga berpesan kepada perempuan agar tidak mau diajak menikah tanpa pencatatan resmi. Perempuan, menurutnya, berhak atas pernikahan yang bermartabat dan terlindungi hukum.

"Maka di hari Ibu ini, saya ingin menekankan perempuan berhak atas pernikahan yang bermartabat dan terlindungi hukum. Jangan korbankan diri dan masa depan demi hubungan yang tidak memberikan kepastian, karena dalam keluarga, terutamanya sosok ibu ini harus menjadi madrasah atau pendidikan pertama bagi anak-anaknya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari, menjelaskan bahwa Kediri Ngunduh Mantu merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang mengusung tema “Perempuan Peduli Masyarakat Harmoni”.

Rangkaian kegiatan sebelumnya meliputi kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan terhadap Perempuan, sidang isbat massal, pencatatan perkawinan, nikah baru massal di KUA, talkshow Perempuan Kepala Keluarga Inspiratif, hingga nonton bersama Gabungan Organisasi Wanita.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

"Hari ini adalah puncak peringatan Hari Ibu yang dikemas dalam bentuk resepsi dan ngunduh mantu," ujarnya.

Dari 44 pasangan yang mengikuti kegiatan ini, 16 pasangan menjalani isbat nikah, tujuh pasangan nonmuslim melakukan pencatatan perkawinan di Disdukcapil, sementara sisanya merupakan pasangan baru yang menikah secara resmi di KUA. Seluruh proses difasilitasi pemerintah daerah tanpa biaya, termasuk penerbitan dokumen kependudukan.

Tak sedikit pasangan yang merasa bersyukur akan adanya program nikah massal ini, khususnya bagi mereka yang kurang mampu, dan lainnya, karena status nikah sirih mereka kini sudah sah secara hukum.

Salah satunya adalah pasangan muda Ira dan Reksa. Mereka nikah saat masih usia 17 tahun dan 18 tahun, tepatnya pada tahun 2021, selain karena belum memiliki ijazah sebagai syarat utama kelengkapan dokumen nikah secara hukum, juga karena mereka tergolong kurang mampu. Menurutnya, program nikah massal ini sangat mempermudah, selain hanya membutuhkan KTP dan KK juga tidak ada biaya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

"Ya senang, Mbak. Eh maksudnya kayak dibantu gitu. Soalnya kan ngurus sendiri juga susah begitu. Jadi mumpung ada nikah massal ini ikut," ujarnya.

Setelah mendapat kepastian status hukum pernikahan ini, pasangan muda yang sudah dikaruniai dua anak ini akan berencana melakukan sidang lanjutan untuk pergantian nama dalam akta lahir anaknya.

"Iya, nanti akan apa? Sidang, sidang sendiri untuk kasih nama ayahnya," katanya.

Selain mendapat akta nikah,  dokumen kependudukan, para pasangan juga mendapat souvenir dan satu set seperangkat alat sholat.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.